Berita

PANSEL KPK

Anggota Komisi III DPR Siap Disadap Mulai Saat Ini

SENIN, 22 AGUSTUS 2011 | 22:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tidak hanya dipantau, anggota Komisi III DPR yang akan menggelar fit and proper test terhadap calon pimpinan KPK siap untuk dipantau, bahkan disadap untuk menghindari kecurigaan adanya deal-deal atau pertemuan sebelum uji kelayakan digelar.

"Sangat siap (dipantau). Kalau perlu disadap saja. Kalau dipantau masih kurang. Mulai dari sekarang disadap saja untuk menghindari hal-hal itu. Saya menganjurkan KPK untuk menyadap semua telepon anggota Komisi III," kata anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 22/8).

Sudding mengatakan itu berkaitan adanya kecurigaan anggota Komisi III akan membuat kesepakatan dengan calon. Karena berdasarkan pengakuan Panda Nababan, anggota Komisi III DPR, sebelum menjalani fit and proper test pada tahun 2007 lalu, Chandra M Hamzah mengadakan pertemuan dengannya. Meski Panda membantah ada deal-deal politik. Yang teranyar, mantan anggota Komisi III DPR M. Nazaruddin membeberkan bahwa Busyro Muqoddas meminta bantuan kepadanya untuk dipilih menjadi pimpinan KPK tahun lalu. Meski, Busyro membantahnya.


Wakil Ketua Fraksi Hanura ini mengakui bahwa DPR merupakan lembaga politik. Karena itu, pemikiran bahwa DPR akan menentukan pilihan berdasarkan alasan politis, tak terindarkan. Namun, dia berharap teman-temannya di Komisi III DPR pada saat melakukan fit and proper test, bahkan pada saat menjatuhkan pilihan mestinya mengedepankan hati nurani.

"Walaupun ini lembaga politik, tapi soal kejujuran, kebenaran, terhadap pihak-pihak yang akan dipilih nantinya betul-betul orang yang dipilih yang berdasarkan rekam jejak yang baik. Pilihan dijatuhkan didasarkan pada hati nurani," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya