Berita

Sarifuddin Sudding/ist

Hanura Tak Terpengaruh Daftar Ranking Pansel KPK

SENIN, 22 AGUSTUS 2011 | 22:09 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Hanura tidak akan terpengaruh dengan ranking yang ditetapkan panitia seleksi pimpinan KPK kepada para calon pimpinan KPK, yang namanya telah diserahkan ke DPR.

‎​"Hanura tidak terpengaruh terhadap ranking itu. Tapi itu betul-betul didasarkan hasil fit and proper nanti. Mereka (Pansel)  punya mekanisme. Kita pun punya mekanisme," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Hanura Sarifuddin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 22/8).

Meski begitu, dia memastikan, fraksinya hingga kini belum menetapkan siapa empat nama di antara delapan nama yang diajukan oleh pemerintah tersebut akan dipilih untuk menjadi pimpinan KPK menggantikan Bibit Samad Rianto, Chandra M Hamzah, M Jasin, dan Haryono Umar. Tapi, pihaknya sudah menetapkan beberapa kreteria yang harus dipenuhi oleh para calon jika ingin dipilih.


Kata Sudding, kriteria utama adalah calon itu harus memiliki independensi. Syarat ini penting, karena dia menengarai, banyak kasus yang ditangani KPK saat ini tidak pernah tuntas, bahkan ada kecenderungan dilokalisir hanya orang-orang tertentu saja, karena ada kekuatan politik yang bermain.

"Ketika ada kekuasaan yang bermain, kita tidak berharap lagi. Kedua soal keberanian. Pimpinan KPK harus memakai kacamuta kuda dalam memandang sebuah kasus. Karena korupsi ini berjaringan yang memang melibatkan pihak kekuasaan. Selebihnya yang harus diperhatikan adalah rekam jejak, kapabilitas," tandasnya.

Pansel Pimpinan KPK telah membuat ranking di antara ke delapan nama tersebut. Empat nama yang menduduki posisi teratas adalah Bambang Widjojanto, Yunus Hussein, Abdullah Hehamahua, dan Handoyo. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya