Berita

Masalah Utama Penanganan TKI Adalah Buruknya Birokrasi Pemerintahan

SENIN, 22 AGUSTUS 2011 | 20:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tenaga Kerja Indonesia yang ada di luar negeri tidak akan bisa diurus secara baik meski Undang-Undang 39/2004 tentang TKI sudah direvisi, kalau birokrasi di pemerintahan tidak ditata dengan baik. Karena persoalan utama penanganan TKI ada pada persoalan birokrasi.

Hal itu dikatakan Arif M, anggota Panitia Kerja Revisi UU 39/2004 tentang TKI dalam diskusi Kebijakan Baru Penempatan dan Perlindungan Buruh dan Migran: Antara Penghormatan atas Harga Diri Bangsa dan Pengelolan Potensi Ekonomi yang digelar PP Pemuda Muhammadiyah dan Migrant Institute yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, petang tadi.

Acara yang dimoderatori Ketua Buruh, Tani dan Nelayan PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak  juga dihadiri sebagai pembicara Sekjen Asosiasi Pengusaha Jasa Penempatan TKI, Rusdji Basalamah, Sekretariat Jenderal Advokasi Revisi UU Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri, Ali Akbar Tanjung, dan peneliti Migrant Institute Nuryati Solapari.


Dia menyontohkan hukum pancung yang dialami Ruyati, tenaga kerja asal Bekasi di Arab Saudi. Ruyati dihukum mati Juni 2011 tahun setelah membunuh majikannya pada Januari 2010 lalu. Namun, sayangnya, kata anggota Komisi IX DPR ini, tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada keluarga Ruyati di Tanah Air. Keluarga mengetahui Ruyati menjalani proses hukum karena berdasarkan pemberitahuan dari tetangga yang bekerja di Arab Saudi, bukan dari KBRI atau pemerintah di Indonesia.

Karena itu menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan untuk membenahi penanganan TKI adalah dengan memperbaki birokrasi. "Jadi menurut saya biroktasi yang harus dibenahi," tegasnya.

Dia melihat, kalau rakyat menghadapi masalah, birokrasi tidak mau mengurusnya. Karena dinilai, mengurus rakyat, capek dan tidak ada uangnya. Berbeda dengan mengurus proyek. Kalau urus proyek, kesalnya, kreativitas baru keluar.

"Mestinya kalau urus rakyat yang keluar kreatifitasnya," ungkapnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya