Muhammad Nazaruddin/IST
Muhammad Nazaruddin/IST
RMOL. Jurubicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengakui, pada awalnya memang Presiden SBY tidak ingin membalas surat Nazaruddin. Namun mengingat kasus Nazaruddin sudah mengait-ngaitkan dengan Presiden SBY, maka dipandang perlu untuk diambil tindakan tegas dengan membuat surat balasan yang notabene agar diketahui publik.
"Kita tahu bahwa beberapa hari ini (surat Nazaruddin) telah menjadi kontroversi di publik, telah menjadi perdebatan dan dikaitkan dengan Presiden. Oleh sebab itu, dipandang perlu untuk menjawab secara tertulis surat Nazaruddin seperti kemarin telah disampaikan," kata Julian kepada wartawan di kantor Presiden, Jakarta, Senin (22/8).
Surat balasan SBY ini, tegas Julian, bukan dimaksudkan sebagai bentuk intervensi terhadap penanganan kasus Nazaruddin.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04