BOY RAFLI AMAR/ist
BOY RAFLI AMAR/ist
RMOL. Mabes Polri menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan objektifitas dalam menangani kasus pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi.
"Jadi kita berusaha secara terukur menerapkan fakta-fakta hukum ini sebagai alat bukti," kata Kabid Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar di Metro TV pagi ini.
Hal itu dikatakan Boy menanggapi pertanyaan kenapa Polri justru menetapkan mantan Panitera MK, Zainal Arifin Hoesin sebagai tersangka, bukan nama-nama yang sudah diungkap Panitia Kerja Mafia Pemilu, yang diduga terlibat dalam kasus itu, seperti mantan anggota Komisi Pemilihan Umum Andi Nurpati. Zainal dianggap hanya sebagai korban pemalsuan tanda tangan yang dilakukan mantan juru panggil MK, Masyhuri Hasan.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Senin, 27 April 2026 | 14:16
Senin, 27 April 2026 | 14:15
Senin, 27 April 2026 | 14:07
Senin, 27 April 2026 | 14:06
Senin, 27 April 2026 | 13:59
Senin, 27 April 2026 | 13:46
Senin, 27 April 2026 | 13:43
Senin, 27 April 2026 | 13:36
Senin, 27 April 2026 | 13:35
Senin, 27 April 2026 | 13:30