Berita

ilustrasi

Komisi Perhubungan Sarankan Polisi Kawal Pemudik yang Gunakan Sepeda Motor

SENIN, 22 AGUSTUS 2011 | 07:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Untuk memudahkan para pemudik pulang ke kampung halaman dalam libur Lebaran tahun 1432 H ini, kepolisian diminta mengantisipasi berbagai hambatan dan rintangan yang bisa mengurangi kenyamanan para pemudik.

"Kan banyak kejadian-kejadian. Misalnya ada pungutan-pungutan liar, baik di atas bis atau kapal laut. Untuk itu perlu ditambah petugas yang dapat mengawasi agar hal seperti itu tidak terulang kembali," kata anggota Komisi Perhubungan DPR Saleh Husin kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.

Di samping itu, masih kata Saleh, perlu ada pengaturan jalan agar tidak terjadi penumpukan di jalur-jalur tertentu yang dapat menyebabkan kemacetan. Dan yang tak kalah penting, Kepolisian juga harus mengantisipasi terjadinya pasar-pasar tumpah di sepanjang jalan yang akan dilalui pemudik.


"Kalau itu terjadi harus ada pengalihan kendaraan. Paling tidak kan sudah tahu dimana titik-titik pasar tumpah berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya," ungkap Sekretaris Fraksi Hanura ini.

Kepada para pemudik, politisi muda ini mengimbau agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Hal ini untuk menghindari kecelakaan yang kerap terjadi, terutama para pemudik yang menggunakan sepeda motor. Karena kata Saleh, pemudik yang menggunakan sepeda motor ini paling kerap terjadi kecelakaan. Meski begitu, masyarakat yang mudik menggunakan moda transportasi roda dua itu tidak bisa dilarang.

"Kalau untuk dilarang tentu sulit ya. Orang yang pakai (motor) ini adalah berpenghasilan rendah, jadi biaya mudiknya murah. Selain itu, mereka juga ingin menunjukkan ke kampungnya bahwa mereka sudah motor. Karena itu, perlu ada pengaturan khusus. Diharapkan, bagi pemudik yang tetap ngotot dikawal per grup oleh polisi agar benar-benar kemungkinan kecelakaan bisa dihindari," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya