hinca/ist
hinca/ist
RMOL. Partai Demokrat menganggap surat 'pengibaan' yang dikirim M Nazaruddin kepada Presiden SBY melalui sepucuk surat sebagai hal yang berlebihan. Persoalan hukum harus diselesaikan dengan hukum. Benar-benar harus dipisahkan dari persoalan lainnya.
"Surat menyurat tidak ada hubungannya dengan Demokrat. Bagi Demokrat urusan Nazar sudah urusan KPK. Ini soal hukum. Nazar berlebihan," kata Sekretaris Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat diwawancara TV One, beberapa waktu lalu (Jumat, 19/8).
Sebelumnya, saat di tempat pelarian, M Nazaruddin menuding koleganya di Demokrat, Ibas Yudhoyono, Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh dan Mirwan Amir ikut menikmati uang dari proyek pembangunan wisma atlet Sea Games Jakabaring, Palembang. Tak hanya itu, dia menyebut Anas Urbaningrum sebagai dalang di balik suap pembangunan wisma atlet.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
Senin, 22 Desember 2025 | 17:57
UPDATE
Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11
Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11