Berita

didi i/ist

Nazaruddin Berubah Total, Demokrat Tidak Pernah Khawatir Diusik KPK

JUMAT, 19 AGUSTUS 2011 | 22:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sikap melempem M Nazaruddin disebut-sebut sangat disyukuri partai Demokrat. Betapa tidak, bos Rosa di PT Anak Negeri itu, kini, tak lagi mau menyebut keterlibatan kader-kader Demokrat.

Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin membantah hal itu. Menurutnya, perubahan sikap dari Nazaruddin, dari yang sebelumnya gatol menyebut keterlibatan rekan-rekannya di Demokrat lalu berubah jadi pendiam tak berpengaruh apa-apa. Toh, sewaktu Nazaruddin cuap-cuap pun, kata Didi, partai Demokrat tak merasa khawatir kadernya diusik oleh KPK.

"Dari awal kita tidak pernah khawatir. Karena sebagaimana amanat Dewan Pembina kami, kalau memang ada yang tidak beres, melibatkan kader kami dalam kasus ini, saatnya momentum bersih-bersih," kata Didi saat diwawancara Metro TV, beberapa waktu lalu (Jumat, 19/8).


Perubahan tingkah Nazaruddin, kata Didi, semakin membuat Demokrat percaya jika tudingan bekas Bendahara Umum Demokrat itu saat berada dalam pelarian, tidak benar. Nazaruddin tak punya bukti-bukti yang menguatkan.

"Kita tidak percaya dengan Nazaruddin. Pernyataan dia berubag-ubah. Dari awal saja dia sudah plin plan. Awalnya dia katakan tidak kenal Pak Djanedjri (Sekjen MK), tidak kenal Rosa, lalu tiba-tiba dia katakan yang lain terlibat dan sebagainya," kata Didik lagi.

Semakin kuatlah, sambung Didi, Nazaruddin tidak memiliki bukti-bukti di balik tudingannya. Permintaan ingin dikasihani, ingin kompromi dan cara-cara mengiba lainnya yang dilakukan M Nazaruddin belakangan, kata Didi, memperkuat hal itu.

"Saya jadi curiga. Jangan-jangan apa yang dituduhkan selama ini, yang dikatakannya punya bukti-bukti, itu tidak ada.

Sebagaimana diketahui, setelah tak lagi kabur-kaburan, M Nazaruddin berubah total. Setelah dibawa pulang ke tanah air, bekas Bendahara Umum Demokrat itu banyak diam dan menampilkan kejiwaan yang tertekan. Padahal, saat di pelarian, dia sangat nyaring bernyanyi. Anas Urbaningrum, Ibas Yudhoyono, Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh dan Mirwan Amir disebutnya kecipratan uang dalam beberapa proyek pemerintah. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya