Berita

ilustrasi

Jusuf Kalla Beberkan Dua Pos APBN yang Empuk bagi Mafia Anggaran DPR

SELASA, 16 AGUSTUS 2011 | 23:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Tidak semua alokasi APBN dikorupsi oleh mafia anggaran yang ada di DPR. Mantan Wakil Presiden  Jusuf Kalla menyebut ada dua pos APBN yang biasa ditilep oleh para mafia anggaran DPR.

"Yang bisa dikorupsi itu ada dua, anggaran belanja barang dan anggaran belanja modal," kata Jusuf Kalla saat berbicara di Jakarta Lawyers Club, yang disiarkan TV One, sesaat lalu (Selasa, 16/8).

Sementara itu, kata Jusuf Kalla, pos anggaran lainnya, anggaran pegawai, anggaran subsidi BBM dan anggaran bayar bunga dan utang tidak bisa dikorupsi. Mengingat anggaran-anggaran ini punya imbas langsung ke publik. Subsidi tidak mungkin dikorupsi karena anggarannya langsung masuk ke Pertamina. Kalau anggarannya dikorupsi maka akan berpengaruh terhadap harga BBM di pasaran.


Dikatakan Jusuf Kalla, dalam APBN, alokasi anggaran belanja barang dan anggaran belanja modal tak terlalu besar tiap tahunnya, bahkan alokasinya cukup kecil dari pos lainnya.

"Itu (anggaran belanja barang dan modal) yang sebenarnya menggerakan ekonomi. Kalau dikorupsi bagaimana ekonomi bisa bergerak," demikian Jusuf Kalla. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya