Berita

nazar/ist

NAZARUDDINGATE

Barbuk KPK Tidak Otentik, OC Kaligis Siap Majukan Barbuk Lain

SELASA, 16 AGUSTUS 2011 | 19:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kesahihan barang bukti (barbuk) yang disita KPK dari Kedubes RI untuk Kolombia patut diragukan. Pengacara M Nazaruddin, OC Kaligis menegaskan barang-barang milik kliennya dalam tas kecil sebagai barang bukti yang tidak otentik.

"Itu tidak otentik, karena tidak ada berita acara yang ditandatangani," kata OC Kaligis saat diwawancara TV One, beberapa waktu lalu (Selasa, 16/8).

Terkait kesiapan Angelina Sondakh, Mirwan Amir dan Andi Mallarangeng menjalani pemeriksaan penyidik KPK, OC Kaligis enggan mengomentari.


Sebelumnya, di tempat pelarian, M Nazaruddin menyebut Angie, Mirwan dan Andi Mallarangeng ikut meniktami fee dari proyek pembangunan wisma atlet. Nazaruddin malah menyebut ketua umum Demokrat, Anas Urbaningrum sebagai dalang korupsi pembangunan wisma atlet tersebut.

"Saya tidak dalam kapasitas mengomentari yang bersangkutan. Saya bukan hakim jadi tidak bisa memberikan penilaian apa-apa," kata OC Kaligis.

Sebagai pendamping Nazaruddin, OC Kaligis mengaku siap membeberkan bukti-bukti yang menguatkan tuduhan yang disampaikan kliennya saat di pelarian.

"(Bukti-bukti) nanti di KPK. Nanti aja kita lihat," singkat OC Kaaligis. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya