Berita

hatta r/ist

PILPRES 2014

Hatta Rajasa: Saya Mau Bekerja, Saya Tidak Pernah Bicara Soal Itu

MINGGU, 14 AGUSTUS 2011 | 17:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kunjungan Hatta Rajasa ke beberapa pesantren yang berbasis Nahdhatul Ulama di kawasan Tasikmalaya dan Cirebon merupakan intruksi Presiden SBY untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung.

"Seluruh menteri turun ke bawah melihat kondisi (masyarakat). Kalau silaturrahim itu sudah jadi darah daging saya. Sebagai mantan dari Jawa Barat, mantan aktivis masjid (Salman ITB) wajar-wajar saja (silaturrahim ke pesantren di Jawa Barat)," kata Hatta. Menteri Koordinator Perekonomian itu menegaskan hal tersebut usai menyampaikan studium general di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Cirebon petang ini.

Karena itu Hatta, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional ini, membantah keras saat ditanya apakah kunjungan dia ini merupakan bagian dari pendekatan partainya ke kantong-kantong NU.


"Hah, wartawan suka berpikir yang tidak-tidak saja. Kita ngomong ekonomi saja deh," elak Hatta.

Apa yang dilakukan PAN agar memperoleh target suara double digit pada Pemilihan Umum mendatang?

"Ekspor kita sudah double digit," elak Hatta lagi.

Hatta betul-betul tidak mau bicara soal politik, begitu juga saat ditanya kemungkinan dirinya menjadi calon presiden yang sudah diwacanakan Amien Rais belakangan ini.

"Kita harus bekerja. Jangan bicara itu dulu-lah. Saya tidak pernah bicara soal itu. Saya hanya mau bekerja," pungkas Hatta.

Selain melakukan kunjungan kerja sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, sejak kemarin Hatta bersama rombongan menyambangi sejumlah pesantren. Hari ini misalnya, usai menyampaikan pidato dan menyerahkan KUR di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Cirebon, Hatta bersilaturrahim ke Pesantren Buntet Cirebon. Semalam, Hatta menyambangi Pesantren Cipasung dan Pesantren Cintawana, keduanya di Tasikmalaya. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya