Berita

ilustrasi

KPK Langsung Garap Nazaruddin, Wajar Saja

MINGGU, 14 AGUSTUS 2011 | 14:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Banyak kalangan menilai KPK melakukan batas kewajaran karena langsung melakukan pemeriksaan terhadap Nazaruddin tadi malam, tak lama setelah tiba di Jakarta. Seharusnya, KPK memberi waktu istirahat yang cukup bagi M Nazaruddin terlebih dahulu sebelum menggarapnya, mengingat perjalanan dari Kolombia ke tanah air cukup membuat lelah tersangka suap pembangunan wisma atlet itu.

Tapi tidak bagi pengamat hukum, Ganjar Laksmana. Baginya, pemeriksaan terhadap Nazaruddin yang dilakukan tadi malam merupakan hal yang wajar adanya.

"Wajar saja dilakukan. Itu hanya pemeriksaan pendahuluan saja. Seperti soal kesehatan atau identitas saja. Kalaupun masuk ke soal suap pembangunan wisma atletnya, itu paling hanya permukaan saja, bukan pertanyaan-pertanyaan yang mendetail," kata Laksmana saat diwawancara Metro TV beberapa waktu lalu (Minggu, 14/8).


Meski demikian, Ganjar Laksmana setuju kalau KPK mengijinkan tim pengacara untuk mendapingi Nazaruddin dalam pemeriksaan semalam. M Nazaruddin, katanya punya hak hukum terkait hal itu.

"Secara hukum salah. Kalau tahu siapa pengacaranya, harusnya (KPK) menghubunginya. Kalau sudah ada di situ (KPK), harus diberikan ijin pendampingan," tandasnya. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya