Berita

Saleh P Daulay

Jangan Sampai Nazaruddin Lupa Ingatan Begitu Sampai di Indonesia

SELASA, 09 AGUSTUS 2011 | 13:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Keberhasilan aparat hukum menangkap mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M. Nazaruddin patut diapresiasi. Penangkapan ini membawa secercah harapan bahwa kasus-kasus dan keterlibatan berbagai pihak dalam kasus suap proyek wisma atlet SEA Games dan Hambalang berdasarkan nyanyian tersangka kasus suap Sesmenpora itu bisa diungkap.

Namun, menurut Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay, perlu ada jaminan agar Nazaruddin tetap akan membuka dan membuktikan nyanyian-nyanyiannya selama ini. Karena itu, Saleh mengusulkan, seharusnya tim penjemputan Nazaruddin tidak hanya dari unsur penegak hukum dan dan pemerintah, tapi juga ada dari tim independen, meski memang Nazar didampingi pengacaranya.

"Gunanya untuk memastikan Nazaruddin tidak diintimidasi. Ketika dia nanti diperiksa, dia tidak punya beban apa pun untuk menyampaikannya agar semua terbuka secara terang benderang," kata Saleh kepada Rakyat Merdeka Online siang ini.


Saleh mengingatkan, banyak orang berkepentingan agar Nazaruddin tidak lagi meneruskan nyanyiannya itu. Karena itu, tidak menutup kemungkinan Nazar akan dirayu dari cara halus sampai kasar agar ingatan dia ketika masuk ke ranah hukum menjadi hilang.

"Makanya jangan sampai Nazaruddin ini lupa ingatan, dia tidak mau lagi menyampaikan dan membuktikan apa yang selama ini disampaikannya. Pemuda Muhammadiyah siap untuk menjadi bagian dari tim independen," tekan Saleh.

Selain itu, masih kata Saleh, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban harus berperan aktif dalam memberikan perlindungan kepada Nazaruddin. Tapi dingatkan, LPSK harus betul-betul menjadi lembaga independen dan tidak membawa kepentingan apa pun.

"Agar negeri ini bersih (dari kasus kurupsi)," tegas Saleh.

Sedangkan terkait nama-nama pimpinan KPK yang juga disebut Nazaruddin, lembaga superbody itu harus terbuka. Bila memang terbukti bahwa ada pimpinan KPK yang terlibat dalam rekayasa kasus, orang-orang tersebut harus diproses secara hukum dan KPK harus introspeksi. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya