Berita

NAZARUDDIN TERTANGKAP

Polri Jangan Geer Dulu

SELASA, 09 AGUSTUS 2011 | 10:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Buronan Interpol M. Nazaruddin telah ditangkap di Cartagena, Kolombia kemarin. Tapi diingatkan, Polri jangan gede rasa dulu atas tertangkapnya tersangka kasus suap Sesmenpora tersebut.

"IPW mengimbau aparat RI jangan geer dulu," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane pagi ini.

Neta mengimbau Polri untuk tidak langsung bungah karena orang yang disebut-sebut sebagai Nazarudin dan menggunakan nama Syahruddin itu tertangkap oleh polisi lokal kolombia karena terindikasi memalsukan paspor. Disinyalir Nazaruddin tertangkap oleh polisi yang sedang melakukan razia. Makanya, kata Neta, penangkapan Nazaruddin ini tidak ada hubungan dengan penerbitan red notice oleh Polri atas permintaan KPK lalu diteruskan ke Interpol.


"Dan penangkapan itu bukan hasil kerja keras aparat RI," kata Neta.

Untungnya, masih kata Neta, Dubes Indonesia untuk Kolombia Michael Menufandu responsif langsung mendatangi kota kecil tersebut untuk memastikan tentang warga Indonesia yang terjerat kasus pemalsuan paspor tersebut.

Karena penangkapan itu bukan atas penertiban red notice oleh Polri yang diteruskan ke Interpol, tapi karena terjerat kasus pemalsuan paspor, Neta khawatir proses pemulangan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu akan menemukan kendala.

"Untuk itu Polri harus melakukan lobi-lobi ekstra agar yang bersangkutan bisa segera dibawa ke Indonesia," demikian Neta. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya