Berita

ilustrasi

IMI Desak Presiden, DPR dan KPK Usut Kerugian Negara Rp 218 Triliun di Sektor Perikanan

SABTU, 06 AGUSTUS 2011 | 14:44 WIB | LAPORAN:

RMOL. Adanya laporan dari Forum Pers Pemerhati Pelanggaran Perikanan Nasional (FP4N) kepada Indonesia Corruption Watch (ICW) mengenai kerugian Indonesia di sektor perikanan Indonesia yang mencapai Rp 218 triliun mendapat perhatian serius dari Indonesia Maritime Institute (IMI).

Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan, meminta kepada pihak-pihak terkait untuk segera merespon laporan FP4N. Presiden, DPR dan KPK harus turun tangan.

"Ini sungguh memprihatinkan, sebagai negara kepulauan tentunya sebuah pukulan telak ketika ada laporan kerugian negara di sektor Perikanan," kata Y Paonganan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Sabtu (6/8).


Doktor lulusan IPB ini meminta agar Presiden SBY segera  memanggil Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad untuk menjelaskan hal tersebut.

"Ini sebuah kecerobohan seorang pembantunya presiden. Patut dipertanyakan apa kerjanya seorang menteri khususnya Dirjen Perikanan Tangkap," tegas pria bersapaan Ongen ini.

Ongen menambahkan bahwa cita-cita sebagian rakyat Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim terkuat, luntur begitu saja akibat keserahkan dan ketamakan sebagian pejabat bangsa ini.

"Bayangkan dengan angka yang begitu fantastis, sudah sepantasnya Indonesia menjadi negara super power dan berjaya di laut," tandas Ongen.

Dia juga mengeritik Menteri Fadel yang konsen bekerja di perikanan budidaya, sehingga perikanan di laut Indonesia bisa leluasa kecolongan. Diketahui sebelumnya, FP4N melaporkan dugan kerugian negara sampai Rp 218 triliun. Kerugian yang dilaporkan ke ICW tersebut diduga dari praktek perizinan dan mafia perikanan yang bermain di laut Indonesia.[ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya