Berita

Arbi Sanit

Wawancara

WAWANCARA

Arbi Sanit: Dari 35 Bakal Capres 2014, Sri Mulyani Posisi Puncak

KAMIS, 04 AGUSTUS 2011 | 07:38 WIB

RMOL. Arbi Sanit selama ini dikenal sebagai pengamat politik vokal. Kini, staf pengajar UI itu bersama teman-temannya mendirikan Partai Serikat Rakyat Independen (SRI).

Apa yang membuat Arbi Sanit dan teman-temannya mengusung bekas Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi Capres 2014.

’’Kami yakin partai ini menjadi besar, bakal didukung rakyat,’’ ujar Majelis Pertimbangan Partai SRI, Arbi Sanit kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.


Berikut kutipan selengkapnya;

Kok Anda optimistis Partai SRI didukung Rakyat?
Ya, sebab Partai SRI sudah me­menuhi sejumlah kriteria un­tuk menjadi partai besar.

Apa saja kriteria itu?
Ada tiga kriteria untuk mem­buat partai jadi besar. Pertama, ada tokohnya  secara nasional. Ke­dua, memiliki organisasi yang efek­tif dan efisien. Ketiga, mem­punyai pendukung. Tiga poin itu, su­dah ada pada partai kami. Ke­rena itu, kami optimistis Partai SRI akan besar.

Apa mengusung Sri Mulyani bi­sa mendongkrak suara?
Tentu dong. Apalagi terjadi kri­sis figur pada Pemilu 2014. Ini sa­ngat menguntungkan Sri Mul­yani dan mendongkrak perolehan suara Partai SRI.

Sri Mulyani disebut-sebut ter­kait kasus Century, apa ini tidak mengganggu?
Publik tetap melihat Sri Mul­yani sebagai sosok yang tegas  dan bekerja profesional.

Kami yakin Pemilu 2014 se­mua partai politik akan me­ngalami krisis figur. Itulah ke­sem­patan Sri Mulyani me­nga­lah­kan para politisi populer yang diusung partai besar, seperti  Abu­rizal Bakrie dari Partai Gol­kar, Hatta Rajasa dari PAN, dan jago parpol besar lainnya.

O ya, selama ini Anda tidak ma­suk parpol, kok sekarang ber­ubah sikap, ada apa?
Keengganan saya masuk partai selama ini, sekarang saya dobrak sendiri. Kenapa itu saya lakukan, karena saya sangat prihatin de­ngan masa depan bangsa ini. Ne­gara ini babak belur. Saya ber­harap Pemilu 2014 Sri Mul­yani bisa membenahi sejumlah per­soa­lan dan membawa negara ini me­nuju kemajuan.

Kenapa Anda tertarik dengan Sri Mulyani?
Seperti yang saya bilang tadi, Sri memiliki integritas sebagai pe­mimpin nasional. Dari 35 tokoh nasional yang diperkirakan menjadi bakal Capres 2014, saya berkesimpulan, Sri Mulyani menempati posisi puncak.

Apa yang menyebabkan Sri Mulyani menempati posisi pun­cak?
Kesimpulan itu saya ambil ber­dasarkan sejumlah indikator. Di antaranya, integritas dan se­jum­lah pengalaman yang pernah ia lalui dalam pemerintahan dan biro­krasi. Karena itulah, kami mem­bangun Partai SRI, sehingga kami memiliki organisasi untuk men­dukungnya sebagai Capres 2014.

Apa tidak khawatir integritas Anda terganggu?
Apa yang perlu dikhawatirkan. Me­mangnya saya merugikan me­reka. Itu omong kosong se­mua. Sa­ya tidak ada urusan dengan omo­ngan orang,  he-he-he.

Bukankah Sri Mulyani tokoh kon­troversial?
Bagi saya, semua itu sudah clear. Dalam kasus Bank Century, Sri Mulyani hanya dijadikan kor­ban permainan politik dan di­gu­nakan untuk melindungi orang lain.

Pertanyaan saya, apakah Sri Mul­yani kaya raya setelah kasus itu dan terbukti merugikan ke­uang­an negara. Kan tidak. Arti­nya, semua itu keputusan politik. Bu­kan keputusan hukum maupun keputusan moral. Karena itu, saya berkesimpulan, kasus Bank Century tidak akan menghalangi po­tensi kepemimpinan Sri Mulyani.

Apa  posisi Sri Mulyani di partai ter­sebut?
Hal itu tentu sudah kami per­kirakan. Meski belum ber­ko­mu­nikasi dan mememinta perse­tu­juan­nya, kami yakin Sri Mulyani akan setuju. Saat ini, tidak dapat berpolitik karena sedang bekerja di Bank Dunia.

Bagaimana dengan pendanaan partai?
Saat ini, partai kami sudah me­miliki cabang di 33 provinsi. Se­pe­ngetahuan saya, hal itu di­bangun berdasarkan swadaya ka­der di masing-masing provinsi. Ti­dak ada bantuan dari Jakarta atau dari Sri Mulyani.   [rm]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya