Berita

ilustrasi

CAPRES 2014

Pasca 45: Sri Mulyani Sepakati Empat Agenda dengan Amerika Serikat

RABU, 03 AGUSTUS 2011 | 21:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Niat bekas Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi RI 1 tak main-main. Siang tadi (Rabu, 3/8), Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), partai pengusung Sri Mulyani sebagai Capres, resmi mendaftarkan diri sebagai peserta pemilu 2014.

Pasca 45, sebuah organisasi yang didirikan oleh sejumlah tokoh nasionalis sipil dan militer mengingatkan seluruh rakyat dan segenap elemen bangsa, agar menghadang niat Sri Mulyani tersebut. Sebab pencalonan Managing Director World Bank itu digadang Amerika Serikat dengan kesepakatan-kesepakatan tertentu.

Ketua Pasca 45, Letjen (purn) Harsudiono Hartas, mengatakan, ada agenda-agenda terselubung yang dititipkan Amerika Serikat di balik dukungan terhadap Sri Mulyani. Setidaknya ada empat deal. Pertama, kesepakatan membangun pangkalan militer Amerika Serikat di Morotai, Maluku dan Biak untuk menghadapi China. Kedua, Amerika menguasai sumber daya alam Indonesia. Ketiga, Amerika Serikat menguasai Selat Malaka dan teritori bagian barat Indonesia. Keempat, secara invisible menjadikan Indonesia sebagai negara bagian Amerika Serikat.


Untuk mencapai deal-deal tersebut, kata Harsudiono, Amerika Serikat akan memasangkan Sri Mulyani dengan Letjen (purn) Agus Wijoyo, mantan Kepala Staf Teritorial TNI.

"Para founding fathers mengamanatkan dalam Undang-undang Dasar 1945 agar kita menjadi bangsa merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Ini (pencalonan Sri Mulyani) harus diamati terus sekaligus ditolak. Mari bersama-sama menggalang pikiran, dan kekuatan bersama untuk menghadapi manuver imperialisme AS," demikian Harsudiono. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya