Berita

marzuki alie/ist

Marzuki Alie Dipuji, Lompatan Gagasannya Hentak Kesadaran Banyak Orang

RABU, 03 AGUSTUS 2011 | 09:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sejak Jumat lalu, hari ketika Marzuki Alie mengeluarkan gagasan pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi dan pemafaan terhadap koruptor dengan berbagai persyaratan, Ketua DPR itu menjadi objek kritikan, kecaman, bahkan cemoohan. Tapi sering dengan perjalanannya waktu dan gagasan itu mulai direnungkan dan dipikirkan, mulai ada orang yang menilai bahwa tidak ada yang salah dari pernyataan Marzuki tersebut.

Pengakuan ini bukan datang dari barisan Marzuki Alie di Partai Demokrat, yang sejak awal memang membelanya, tapi dari aktivis oposisi pemerintahan.

"Marzuki Ali itu menggunakan hak inisiatif sebagai anggota Dewan. Jadi tidak ada yang salah dalam ungkapannya. Bahkan bila DPR cerdas, seharusnya gagasan atau inisiatif itu ditindaklanjutin setelah melihat kondisi riil KPK. Sehingga lembaga ad hoc itu mengevaluasi batasan waktu yang ada. Sampai kapan kita memberi waktu (kepada KPK). Lantas bagaimana dengan (masa depan) institusi Polri dan Jaksa (dalam melakukan pemberantasan korupsi)," kata Ketua Pemuda Kebangsaan, Beathor, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 3/8).


Begitu juga dengan pemaafan terhadap koruptor. Beathor tak mendapatkan dalih untuk menolak gagasan mantan Sekjen DPP Partai Demokrat itu. Apalagi memang, wacana pemaafan ini bahkan sudah pernah dipraktikkan pada zaman Megawati Soekarnoputri. Mega pernah mengeluarkan kebijakan release and discharge, koruptor dimaafkan tapi tdak dilupakan.

"(Karena itu) dimana letak ditolaknya idea (Marzuki Alie) itu. Apa gagasannya atau hal yang lain. Marzuki menghidupkan dinamika DPR yang beku, yang terjebak setiap hari bicara korupsi. Lompatan dan tikungan Marzuki menghentak banyak orang. Kelirunya mereka bukan membicarakan gagasannya, tapi lebih kepada sosok Marzuki Ali-nya," demikian Beathor. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya