Berita

Marzuki Alie Populer dalam Ketidakpopuleran

SELASA, 02 AGUSTUS 2011 | 13:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua DPR Marzuki Alie selalu mengeluarkan pernyataan yang menyulut polemik dan tanggapan dari berbagai kalangan. Itu karena Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat selalu polos dalam mengeluarkan pendapatnya.

"Pak Marzuki Alie ini orang yang populer dalam ketidakpopuleran. Ketika ada tsunami Mentawai, dia polos-polos saja mengatakan, kalau takut ombak jangan tinggal di dekat pantai. Itu kan pepatah lama dari SD kita sudah tahu," kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana Rakyat Merdeka Online siang ini.

Sutan memastikan tidak ada yang salah dalam pernyataan Marzuki Alie tersebut. Apalagi sebelumnya sejumlah LSM pernah melaporkan Marzuki ke BK DPR, salah satunya karena pernyataan itu, tapi ditolak.


"Kan dimentahkan (BK DPR aduan soal Marzuki). Jadi lah itu barang Mentawai yang mentah," kata Sutan.

Meski begitu Sutan memaklumi bahwa Marzuki Alie kerap menyampaikan sesuatu tidak tepat waktunya. Makanya mengundang perdebatan, meski sebenarnya tidak ada yang salah. Termasuk dalam usulan pembubaran KPK, yang ia sampaikan pada Jumat lalu.

"Nggak ada yang salah. Itu kan hanya pendapat. Tapi kurang tepat waktunya. Mengingat posisi dia Ketua DPR, dia ini orang nomor 3 loh (di Indonesia). Makanya jadi berita. Ya sudah kita ambil hikmah saja. Kita jangan terlalu cepat memvonis," katanya.

Kekurangtepatan pernyataan itu disampaikan Marzuki Alie, tambah Sutan, juga disebabkan Partai Demokrat belakangan ini mendapat sorotan, karena ada kader yang tersangkut korupsi. Makanya dianggap sebagian orang pernyataan Marzuki itu adalah sikap Demokrat.

"Kalau saya Ketua Dewan Pembina, menurut saya tidak ada yang harus ditegur," katanya saat ditanya apakah dengan demikian Marzuki Alie perlu ditegur meski Sutan mengakui sebelumnya ada anggota DPR dari Demokrat para periode lalu yang ditegur karena bicara ceplas-ceplos. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya