Berita

ilustrasi/ist

Kawanan Gajah Keluar dari Hutan Tanda-tanda akan Gempa Besar?

SELASA, 02 AGUSTUS 2011 | 06:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Belasan ekor gajah keluar dari habitat mereka dan berkeliaran di jalan raya penghubung Kota Duri Bengkalis dan Pekanbaru, Riau. Menurut warga setempat, aksi kawanan gajah itu telah dalam dua hari terakhir di bulan Juli 2011.

Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Provinsi Riau terus memantau pergerakan kawanan gajah yang dikhawatirkan merusak pemukiman penduduk dan mengganggu arus lalu lintas di kawasan itu.

"Kita juga telah melakukan pemantauan dan terus mengawasi pergerakan kawanan gajah-gajah itu. Setidaknya mengantisipasinya agar tidak sampai ke jalan raya," ujar Nanang seorang staf BKSDA Wilayah III Provinsi Riau.

Warga diminta agar tidak memberanikan diri mendekati kawanan gajah tersebut. Ini penting, karena bisa saja kaawnan gajah itu mengamuk.

Sementara kantor Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial menilai fenomena kawanan gajah yang keluar dari habitat dan berkeliaran di dekat pemukiman manusian bisa jadi berkaitan dengan gejala alam.

“Ingat, hewan seperti gajah, tupai dan sebagainya dalam tradisi kearifan lokal sudah diketahui sejak beribu-ribu tahun lalu dapat menjadi petunjuk awal bencana alam besar,” ujar RM Zulkipli, salam seorang asisten Staf Khusus Presiden, melalui jaringan Twitter pada Selasa pagi (2/8).

Adapun pada Senin malam kantor Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial merujuk sejumlah hasil penelitian yang dilakukan pakar gempa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Danny Hilman.

Salah satu hal yang disampaikan Dr. Danny Hilman adalah, belum semua energi yang dimiliki patahan di sekitar Pulau Siberut yang berada di kawasan barat Pulau Sumatera, lepas. Bahkan, kata dia, banyak gempa yang terjadi belakangan ini ini belum mengarah pada inti.

Dari informasi Dr. Danny juga disebutkan bahwa telah terhadi 23 kali gempa berskala destruktif dalam 200 tahun terakhir. Dari catatatn yag ada, sambungnya, satu hingg dua kali gempa destruktif terjadi setiap satu dekade. [zul]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya