Berita

ruki/ist

Nazaruddin Serang Titik Lemah KPK

SENIN, 01 AGUSTUS 2011 | 22:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sebagai lembaga adhock untuk menjawab ketidakpercayaan penegakan hukum, terutama tindak pidana korupsi yang dikerjakan Kepolisian dan Kejaksaan, modal ampuh yang dimiliki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah kepercayaan publik.

Demikian disampaikan bekas Ketua KPK, Taufiqurrahman Ruki beberapa saat lalu (Senin malam, 1/8). "Kalau kepercayaan publik hancur, hancurlah KPK," katanya singkat.

Upaya menghancurkan KPK, kata Ruki, tidak akan berhenti. Semasa berkantor di lembaga superbody itu, Ruki juga pernah mengalaminya.


Tudingan deal-deal antara Wakil Ketua Chandra Hamzah dan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja dengan Anas Urbaningrum, lalu  pertemuan Ade Rahardja bersama Jurubicara KPK Johan Budi dengan bekas Bendum Demokrat M Nazaruddin seperti yang dituduhkannya, diyakini Ruki sebagai bagian dari cara untuk menghancurkan kepercayaan publik terhadap KPK tersebut.

"Itulah fight back dari para koruptor. Menyerang kepercayaan publik sebagai titik lemah dari KPK.  Dituding tebang pilih, terlibat kasus dan lain-lainya, merupakan upaya menyerang titik lemah KPK, soal kepercayaan publik itu," demikian Ruki. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya