Berita

saleh husin/ist

Marzuki Alie Diingatkan Ilmu Tangkap Tikus

SENIN, 01 AGUSTUS 2011 | 11:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua DPR Marzuki Alie panen kritik. Hal ini setelah dirinya menelurkan gagasan pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi, karena sudah tidak percaya lagi ada orang kredibel untuk memimpin lembaga tersebut setelah terkuak Nazaruddin mengadakan sejumlah pertemuan dengan pejabat KPK. Hal ini diungkap Nazaruddin dan diakui pejabat KPK, seperti Ade Rahardja.

"Tidak perlu KPK harus dibubarkan. Kalau misalnya dianggap ada oknum di dalam yang tidak bersih, ya bukan rumahnya yang dibakar, bukan rumahnya dibubarkan. Cukup orang-orang di dalamnya yang harus dibenahi. Jadi kalau misalnya mau menangkap tikus, bukan sarangnya yang dibakar. Cukup tikusnya yang diambil," kata Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 1/8).

Saleh memang mengakui, bahwa KPK bukan lembaga permanen, melainkan hanya lembaga ad hoc. KPK dibentuk karena Kejaksaan dan Kepolisian dianggap tidak mampu menangani dan membongkar kasus-kasus besar korupsi.


"KPK ini muncul akibat institusi yang ada ini (Kejaksaan dan Kepolisian) dianggap tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Makanya kita harapkan ke depan Kejaksaan dan Kepolisian kembali menjadi tulang punggang (dalam pemberantasan korupsi)," ungkapnya.

Sejalan dengan itu, kata Saleh, agar tidak lagi terkena isu melanggar hukum atau etika, ke depan, pejabat dan pimpinan lembaga superbody itu harus diisi dengan figur-figur yang benar-benar kredibel, yang dapat dipercaya masyarakat. Meski kata dia, tudingan Nazaruddin itu juga harus dibuktikan terlebih dahulu betul atau tidak.

Soal siapa yang akan dipilih Hanura untuk menjadi pimpinan KPK periode mendatang, hal itu belum diputuskan. Karena hingga saat ini Panitia Seleksi Pimpinan KPK masih bekerja untuk mencari nama-nama yang akan diajukan ke Presiden lalu diserahkan ke DPR untuk dipilih.

"Masih terlalu jauh. Kan (nama-namanya) belum dikirim Presiden ke DPR. Nanti kan kita lihat. Di dalam fit and proper test nanti akan ketahuan track record masing-masing. Kita berharap KPK ke depan yang benar-benar diharapkan mayarakat banyak," katanya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya