Sekretaris Kabinet Dipo Alam disarankan untuk meninggalkan jabatan publik yang sedang didudukinya itu bila mempertahankan kebiasaan mengumbar pernyataan yang tidak mendidik yang membuat jijik.
Menurut pengamatan Pemuda Muhammadiyah, sudah beberapa kali Dipo Alam menyampaikan pernyataan yang tidak pantas, khususnya yang dialamatkan kepada pimpinan Muhammadiyah. Dipo Alam pernah menyebut Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bagaikan gagak hitam dan kodok yang mengembang.
Belakangan, Dipo Alam dikhawatirkan tengah berusaha memecah belah Muhammadiyah dengan mengatakan bahwa banyak warga Muhammadiyah yang tidak mendukung Din Syamsuddin.
“Pernyataan seperti ini tidak pantas disampaikan pejabat publik seperti Dipo Alam. Sama sekali tidak tercermin sikap kenegarawanan di balik pernyataannya itu,†ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay, kepada
Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Minggu sore, 31/7).
Saleh mengingatkan bahwa sikap Muhammadiyah terhadap pemerintah sudah jelas yakni loyal, partisipatif dan kritis. Ini maksudnya, Muhammadiyah akan selalu mendukung pemerintah selama pemerintah tidak melanggar konstitusi. Bagian ini yang harus dipahami Dipo Alam baik-baik.
“Dipo kelihatannya adalah orang yang berlebihan membela SBY. Sampai-sampai dia mau menyerang orang, dalam hal ini Din Syamsuddin, secara personal dengan menggunakan istilah-istilah yang tidak pantas, tidak mendidik dan membuat jijik,†kata Saleh lagi.
“Saya meminta agar Saudara Dipo Alam tidak terjebak dan mengkultuskan SBY lalu mengeluarkan pernyataan yang menyerang pimpinan dan tokoh Muhammadiyah. Kami mewanti-wanti Dipo Alam untuk menertibkan pernyataan-pernyataannya yang membuat panas suasana,†sambungnya.
Saleh juga meminta agar Din Syamsuddin tidak menanggapi pernyataan Dipo Alam dan tetap berpihak pada kepentingan umat. Anggaplah Dipo Alam ini hanya angin sepoi-sepoi yang menambah semangat melakukan amal ma'ruf nahi munkar.
Pemuda Muhammadiah, masih kata dia, secara nasional akan tetap tegar dan berdiri teguh di belakang Din Syamsuddin dalam menyamapikan pesan demi kebaikan bangsa.
[zul]