Berita

Hajrianto Y Thohari/ist

Wakil Ketua MPR: KPK Jangan hanya Urus Korupsi Ecek-ecek

MINGGU, 31 JULI 2011 | 15:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Meski keberadaan Komisi Pembarantasan Korupsi tetap harus dipertahankan, tapi sepak terjang lembaga superbody itu tetap harus dikritik. Karena KPK selama ini dinilai terlalu asyik mengurusi dan menangani kasus-kasus kecil.

"KPK mestinya berkonsentrasi pada kasus-kasus yang berdimensi besar, korupsi-korpsi yang berjaringan atau sistemik. Bukan menangani kasus suap ratusan juta," kata Wakil Ketua MPR Hajrianto Y Thohari kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 31/7).

Menurut polikus Partai Golkar ini, konsentrasi KPK yang hanya mengusut kasus suap ratusan juta itu sangat mengecewakan publik itu. Karena KPK diberikan kewenangan yang sangat besar untuk bisa mengungkapkan kasus-kasus yang lebih besar.


"Nah, energi KPK yang sangat besar, itu kan diharapkan mengungkap kasus-kasus korupsi yang sistemtik. Bukan korupsi berupa suap yang diberikan dengan amplop. Masak KPK yang diberikan kewenangan begitu besar urus gratifikasi. Mereka yang menikahkan anaknya dan disumbang 5 juta harus lapor. Yang lucu lagi kemarin, masak KPK yang diberikan energi yang begitu besar urusin siapa yang mendapatkan tiket gratis pada saat final fiala AFF," katanya mempertanyakan.

Sekali dia mengingatkan, yang ditunggu publik itu adalah gebrakan KPK dalam mengungkap kasus korupsi yang dilakukan oleh para user anggaran. Karena korupsi anggaran ini sangat besar potensinya untuk terjadi.

"Yang disinyalir pengamat, tingkat kebocoran  APBN itu sampai 40 persen. Secara moderat banyak yang mengatakan 20 persen (APBN bocor). Kalau 20 persen itu kan sama saja dengan Rp400 triliun. Karena APBN kita sebesar Rp1300 triliun. Nah ini yang harus ditangani KPK," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya