Berita

Hajrianto Y Thohari/ist

MPR: Gagasan Marzuki Alie Tak Sesuai Konteks Zaman

MINGGU, 31 JULI 2011 | 12:17 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi harus dipandang secara kompehensif, terutama dari konteks sejarah pembentukannya. KPK dibentuk sebagai salah satu tuntutan reformasi untuk memberantas KKN.

"Arus reformasi itu, ada satu arus besar yang tidak mempercayai lembaga-lembaga hukum secara formal, seperti Kejaksaan dan Kepolisian. Logikanya sederhana, korupsi itu dilakukan oleh sebagian besar penguasa. Sementara kejaksaan dan kepolisian bagian dari kekuasaan. Kapolri dan Jaksa Agung diangkat oleh Presiden," kata Wakil Ketua MPR Hajrianto Y Thohari kepada Rakyat Merdeka Online siang ini.

Hal itu dikatakannya menanggapi gagasan kontroversial Ketua DPR Marzuki Alie soal pembubaran KPK kalau memang tidak ada orang yang kredibel untuk memimpinnya.


Hajri melanjutkan, kepercayaan kepada Kejaksaan dan Kepolisian yang merotot sampai titik nadir dalam peberantasan korupsi lah yang mendorong KPK dibentuk. Jadi KPK itu harus dibaca sebagai kritik terhadap lembaga-lembaga formal tersebut.

"Jadi selama lembaga-lembaga penegak hukum itu tidak juga kunjung membaik melakukan reformasi diri dan kemudian berhasil mengungkap kasus korupsi, KPK itu tetap kuat dan sangat diperlukan," katanya.

Hajri menambahkan, setelah hampir 10 tahun KPK dibentuk, belum terdengar Kepolisian dan Kejaksaan berhasil mengungkapkan kasus-kasus koruspsi besar. Bahkan, ada kecenderungan, kedua lembaga penagak hukum itu malah menyerahkan kasus korupsi kepada KPK.

"Karena itu gagasan ketua DPR itu, ya saya melihatnya sebagai gagasan yang anakronistis. Artinya gagasan yang tidak sesuai jamannya. Kecuali kalau kita sudah melihat Kejaksaan dan Kepolisian berhasil membongkar banyak kasus korupsi dan dibawa pengadilan. Kalau itu terjadi lama-lama raison d etre atau alasan kehadiran KPK itu akan hilang," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya