Berita

ANIeS BASWEDAN/ist

CHANDRA CS REKAYASA KASUS?

Anies Baswedan Tak Bersedia Sebut Nama Orang yang Layak Jadi Komite Etik KPK

MINGGU, 31 JULI 2011 | 10:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya mendengarkan aspirasi masyarakat bahwa Komite Etik yang akan memeriksa sejumlah nama yang disebut-sebut M. Nazaruddin harus lebih banyak dari unsur luar lembaga superbody itu. Karena itu, Komite Etik yang diumumkan beberapa hari lalu akan dirombak dan diputuskan pada Senin depan.

Lalu siapa yang layak untuk jadi anggota Komite Etik dari pihak luar?

Rektor Universitas Paramadian, Anies Baswedan, saat dimintai tanggapan, tidak mau menyebut nama-nama yang layak untuk menjabat Komite Etik. Karena penyebutan nama itu dinilai tidak etis.


"Kalau namanya saya tidak bisa sebut," kata tokoh muda ini kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu, (Minggu, 31/7).

Tapi, yang penting, kata Anies, orang yang akan menjadi anggota Komite Etik itu hanya punya kredibitas dan ada integsitas.

"Dalam posisi apa pun juga kalau bicara pemberantasan korupsi, kredibitas dan integsitas itu penting," ungkapnya yang mengaku sedang berada di dalam kereta sambil menutup pembicaraan.

Sebelumnya KPK telah menetapkan tujuh orang masuk ke dalam Komite Etik. Dari tujuh orang itu, lima berasal dari internal KPK dan dua dari luar.

Ketujuh orang itu adalah Abdullah Hehamahua, Said Zainal Abidin ( keduanya sebagai penasihat KPK), dan tiga pimpinan KPK, Busyro Muqoddas, Haryono Umar, dan Bibit Samad Rianto. Sedangkan dari luar adalah akademisi dari Universitas Padjadjaran Syahruddin Rosul dan akademisi dari Universitas Indonesia Marjono Reksodiputro. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya