Berita

Saleh P Daulay /ist

Waspadai, Kategorisasi Peta Pemikiran Islam di Indonesia

SABTU, 30 JULI 2011 | 21:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Umat Islam Indonesia dimbau mewaspadai kategorisasi peta pemikiran Islam di Indonesia. Seperti diketahui, saat ini atribut yang  disandang Islam Indonesia sangat banyak dan cukup variatif.

Atribut-atribut itu antara lain Islam tradisionalis, modernis, neo-tradisionalis, neo-modernis, liberal, radikal, fundamentalis, ekstream kiri, ekstream kanan, dan lain-lain. Ketua umum PP. Pemuda Muhammadiyah, Saleh P Daulay menyebutkan, dari sekian banyak atribut tersebut, istilah Islam liberal dan radikal yang paling banyak digunakan. Bila dicermati secara cerdas, penggunaan istilah itu sangat merugikan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat muslim.

Dengan adanya kategorisasi liberal dan radikal, menurut Saleh, secara tidak langsung telah memecah belah umat Islam. Sebab, tidak mungkin diharapkan lagi antara kelompok liberal dan radikal duduk satu meja membicarakan masalah umat Islam yang berbentuk kemiskinan dan kebodohan. Saleh pun berpendapat, sudah sepatutnya umat Islam meninggalkan kategorisasi yang seperti itu. Saatnya umat Islam berhimpun dengan apa yang disebut umatan wahidah (umat yang satu).


"Majelis Ulama tentu memiliki peran strategis dalam merajut ukhuwah ini. MUI bisa mendudukkan secara bersama kelompok yang dinilai liberal dan radikal. Mereka diminta untuk berdialog dan berdiskusi dalam menyelesaikan perbedaan perspektif tentang ajaran Islam yang selama ini ada," demikian Saleh dalam acara diskusi panel yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesi di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7). [wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya