Berita

logo polri

Di Polri Ada Kubu Pro dan Anti Demokrat

SABTU, 30 JULI 2011 | 09:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kasus pemeriksaan Anas Urbaningrum di kampung halamannya, Blitar, makin menunjukkan Polri gampang dipecundangi kekuatan partai politik. Publik protes keras atas tindakan kepolisian karena dianggap mengistimewakan Anas yang adalah warga negara biasa.

Demikian dikatakan pengamat kepolisian dari Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, menanggapi pemeriksaan penyidik Bareskrim Mabes Polri terhadap ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum di Polres Blitar atas permintaan Anas.

Anas Urbaningrum diperiksa aparat Bareskrim Mabes Polri atas laporannya soal pencemaran nama baik dengan terlapor tersangka kasus suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games, M. Nazaruddin di Mapolresta Blitar.


Anas diperiksa di Blitar karena kebetulan sedang berada di kampung halamannya itu untuk urusan keluarga. Anas pun diperiksa di Blitar selama kurang lebih satu jam. Mabes Polri dan Polres Blitar membantah memberi keistimewaan pada Anas 

"Kasus ini menunjukkan Polri tidak independen dan tidak profesional. Anas sebagai ketum parpol penguasa sudah berhasil memperalat Polri untuk menunjukkan arogansi dan powernya serta memberi sinyal bahwa dia tidak akan tersentuh meski Nazaruddin telah membeberkan kasus korupsinya," ujar Neta dalam pernyatan pers kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu (30/7).

IPW mengaku prihatin dengan kondisi Polri yang kehilangan independensi apalagi adanya pernyataan Kabareskrim yang tidak tahu menahu soal pemeriksaan Anas di Blitar. Memang, kemarin Komjen Sutarman mengaku sudah menegur dua perwiranya terkait pemeriksaan Anas di Blitar. Pemanggilan dan teguran dari atasan itu merupakan sanksi keras di kalangan polisi.

"Hal ini makin menunjukkan Polri sudah terbelah dalam polarisasi politik antara pendukung Partai Demokrat dan kelompok yang anti Partai Demokrat. Jika ini dibiarkan, ke depan Polri dalam bahaya polarisasi politik praktis," ujarnya.

Untuk itu kasus Anas diperiksa di Blitar harus diusut tuntas dan ditelusuri siapa pejabat Polri yang sudah diperalat Anas untuk kemudian ditindak tegas.

"Kasus ini tidak cukup hanya sekadar sanksi teguran, apalagi hanya polisi bawah yang diberi teguran. Kasus Anas telah mempermalukan Polri di tengah makin buruknya citra Polri," tegas Neta.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya