Berita

saleh daulay/ist

Marzuki Alie Dinilai Mau Langgengkan Praktik Korupsi di Indonesia

JUMAT, 29 JULI 2011 | 18:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pernyataan Marzuki Alie bahwa KPK sebaiknya dibubarkan kalau memang panitia tidak berhasil menemukan calon pimpinan KPK yang kredibel dipersoalkan. Ketua DPR itu dinilai membawa agenda tertentu saat menyuarakan gagasan yang kontroversial.

"Pertama, Marzuki Alie tidak realistis. Marzuki cenderung emosional dalam melihat persoalan yang ada. Ada dugaan dia mempersoalkan institusi KPK karena kejengkalannya melihat KPK mengusut tuntas kasus Nazaruddin," tegas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay petang ini.

Saleh pun meminta Marzuki Alie untuk membedakan antara personel pimpinan KPK dengan lembaga KPK itu sendiri. Pentolan KPK, boleh saja tersandung kasus hukum atau etika dan memang harus diberi sanksi yang setimpal. Tapi bukan berarti KPK-nya harus dibubarkan.


"Harus diingat saat ini masih terjadi praktik korupsi secara besar-besaran. Karena itu KPK masih sangat diharapkan. Bagaimana memberantas korupsi kalau KPK dibubarkan. Itu sama saja Marzuki memberikan peluang kepada orang untuk korupsi," tandasnya.

Usulan Marzuki Alie agar para pelaku korupsi masa lalu dimaafkan, lalu akan dihukum mati bila tetap korupsi juga tidak masuk akal. Kata Saleh, siapa pun orang yang pernah melanggar hukum, harus diberi hukuman yang setimpal. Sedangkan perlunya hukuman mati, Saleh mempertanyakan lembaga apa yang melaksanakannya, kalau memang seperti diakui Marzuki tidak ada lagi orang yang kredibel dan KPK sendiri dibubarkan.

Karena itu, Saleh menilai, pendapat Marzuki Alie ini bertentangan dengan semangat Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat yang juga Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. SBY jelas menegaskan, bahwa akan berada di depan dalam melakukan pemberantasan korupsi.

"Malah sekarang Marzuki Alie menyarankan agar KPK dibubarkan," demikian Saleh. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya