Berita

ilustrasi

AJI Jakarta Tuntut Polisi Usut Tuntas Pemukulan Jurnalis Tempo TV

KAMIS, 28 JULI 2011 | 21:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Asosiasi Jurnalis Indonesia (AJI) mengecam keras pemukulan dan intimidasi yang dialami jurnalis Tempo TV, Syarifah Nur Aida alias Ipeh, sore tadi (Kamis, 28/7). AJI Jakarta meminta polisi mengusut tuntas kasus pemukulan ini dan memproses pelakunya ke meja hijau.

Ipeh dipukul hingga pingsan saat meliput sengketa lahan antara warga dan Pangkalan Udara TNI AU, Atang Sanjaya, di Kampung Cibitung RW 05 Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Bogor. Ipeh dan tim TempoTV lainnya, Mahfud Efendi, Rini (wartawan magang) dan Dimas Priyanto (fotografer freelance) sudah meliput sengketa lahan sejak Senin lalu (25/7) lalu.  Hari ini, tim TempoTV meliput lokasi pada pukul 11.30 wib, mengambil gambar dan melakukan wawancara dengan penduduk setempat. Sekitar pukul 14.15 WIB, tim TempoTV menghentikan peliputan untuk beristirahat.

Ketika itu, seorang lelaki bersepedamotor tampak di sekitar mobil liputan. Pria itu membawa pesawat handy talky. Tapi sebelum mereka sempat berkomunikasi, pria itu berlalu. Sebelum meninggalkan lokasi, Ipeh meminta ijin berpisah dari tim, untuk mengambil gambar pemukiman di sekitar lokasi tanah sengketa. Sepuluh menit berlalu, Ipeh tidak kembali. Panggilan telepon pun tidak dijawab. Mahfud kemudian berinisiatif mencari dan menemukan rekannya tergolek pingsan di tanah.


Posisi tubuh Ipeh tertelungkup. Belakang kepalanya memar. Tangan kanannya masih memegang kamera, yang sudah dibuka paksa. Kartu memori gambar di dalam kamera itu, hilang. Setelah sadar, beberapa menit kemudian, Ipeh mengaku dipukul dari belakang.

Tak lama setelah insiden itu, seorang petugas dari Lanud TNI AU Atang Sanjaya mendatangi rumah warga yang merawat Ipeh dan meminta identitas semua jurnalis TempoTV. Tidak jelas darimana petugas itu mengetahui keberadaan para jurnalis di sana.

"Mendesak Kapolresta Kabupaten Bogor AKBP Hilman SiK untuk menemukan pelaku pemukulan dan mengusut tuntas kasus ini," kata Ketua AJI Jakarta, Wahyu Dhyatmika dalam rilisnya yang diterima Redaksi, sesaat lalu.

Atas kasus itu, AJI Jakarta juga meminta Komandan Pangkalan TNI AU Atang Sanjaya Marsekal Pertama TNI Tabri Santoso bertanggungjawab memastikan keselamatan jurnalis yang sedang bekerja di sekitar wilayahnya.

"Siapapun yang menghalangi kerja jurnalistik diancam pidana sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menyerukan segenap lapisan masyarakat untuk senantiasa mendukung dan menghormati kebebasan pers," tambah Wahyu. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya