Berita

ahmad yani/rm

Pendukung dan Partai Besar Provokasi Ahmad Yani Tinggalkan PPP

KAMIS, 28 JULI 2011 | 15:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sebagian besar pendukung Ahmad Yani pada saat muktamar Partai Persatuan Pembangunan di Bandung awal bulan ini kecewa jagoannya tidak diakomodasi oleh Suryadharma Ali, ketua umum terpilih, dalam kepengurusan partai berlambang kabah itu untuk lima tahun mendatang.

"Mereka banyak merasakan kekecewaan yang luar biasa. Mereka bilang lebih baik keluar saja. Tapi saya bilang jangan. Ini sebuah permainan dan sudah selesai. Kita harus menerima hasilnya dengan jiwa besar," kata Yani kepada Rakyat Merdeka Online tadi pagi.

Tak hanya itu, beberapa partai besar juga mengajak Yani meninggalkan PPP untuk bergabung dengan partai besar tersebut. Tapi Yani, kembali mengaku menepis ajakan tersebut. Dia berkomitmen untuk tetap membesarkan PPP meski tidak masuk dalam kepengurusan inti.


"Saya ini kan orang yang kalah dan sebagai kader yang baik, saya sudah sering katakan bahwa itu adalah hak Pak Suryadharma dan formatur untuk menyusun kepengurusan," katanya.

Dengan sikapnya itulah, Yani pun berlapang dada tidak dimasukkan dalam pengurus inti dan hanya diberikan jabatan sebagai Sekretaris Dewan Pakar DPP PPP. Yani berjanji akan memanfaatkan jabatan tersebut untuk membesarkan partai.

"Saya akan besarkan PPP. Dewan Pakar akan membuat riset dan penelitian sama seperti Litbang (penelitian dan pengembangan). Kita akan perkaya dengan kajian-kajian. Dan kajian-kajian itu akan kita sampaikan ke DPP dan ke publik. Contohnya tentang masalah ketahanan pangan. Kita akan mengadakan diskusi yang mendalam tentang ketahanan pangan, yang sudah rontok sekarang ini," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya