Berita

ahmad yani/ist

CHANDRA CS REKAYASA KASUS?

KPK Harus Contoh MK, Kepolisian Didesak Pro Aktif

KAMIS, 28 JULI 2011 | 13:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Berbagai kalangan terus mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membentuk tim independen guna memeriksa pejabat dan pimpinan KPK yang disebut M. Nazaruddin turut merekayasa kasus. KPK Tak cukup hanya membentuk Komite Etik yang kebanyakan anggotanya dari internal KPK.

Hal itu dikatakan anggota Komisi III DPR Ahmad Yani kepada Rakyat Merdeka Online tadi pagi.

"Saya melihat bahwa KPK itu seharusnya menyontoh MK (Mahkamah Konstitusi) . Padahal MK tidak begitu krusial pada awalnya. Hanya karena tulisan Refli Harun (bahwa ada oknum hakim MK yang memeras). Tapi MK dengan kesadaran membentuk tim yang semua dari luar. Dan akhirnya orang memberikan apresiasi. Tetapi dengan model kerja (KPK) seperti ini lebih banyak orang di dalam, tidak begitu yakin juga (masyarakat)," ungkapnya.


Tak hanya itu, masih kata politisi Partai Persatuan Pembangunan ini, Kepolisian juga harus pro aktif menyelidiki kasus yang disebut Nazaruddin, seperti kasus pengadaan baju hansip, yang diduga Chandra M Hamzah turun bermain. Karena kalau kasus itu ditangani KPK, akan terjadi konflik kepentingan.

"Seharusnya Kepolisian harus pro aktif menjadikan apa yang disebutkan oleh Nazar itu sebagai petunjuk. Contohnya (kasus) pengadaan baju hansip (seperti dikatakan Nazaruddin)," tandas politisi vokal ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya