dita indah sari/ist
dita indah sari/ist
RMOL. Jurubicara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dita Indah Sari mengakui bahwa persoalan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri sangat kompleks.
Selain penanganannya melibatkan 14 kementerian dan badan negara, UU Ketenagakerjaan yang ada saat ini juga tidak pro TKI. Tak sampai disitu, persoalan TKI lainnya, adalah tingkat pendidikan dan skill masih bermasalah dan adanya pihak pengguna jasa tenaga kerja terkadang-kadang kurang respek terhadap TKI.
Terkait dengan berbagai persoalan di atas, Kemenakertrans telah menyiapkan solusinya. Soal UU 39/2004 yang tidak pro buruh, menurut Dita, UU TKI sebaiknya diubah. Sedangkan untuk memecahkan persoalan TKI yang minim pendidikan, Kemenakertrans melakukan berbagai langkah termasuk memberikan pelatihan-pelatihan bagi para calon TKI. Kemenakertras mengawasi para perusahaan pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) agar menempatkan TKI secara benar. Dan dalam penempatan itu, TKI juga harus dilengkapi dengan dokumen imigrasi yang baik.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 00:15
Selasa, 28 April 2026 | 00:04
Senin, 27 April 2026 | 23:46
Senin, 27 April 2026 | 23:24
Senin, 27 April 2026 | 23:10
Senin, 27 April 2026 | 22:30
Senin, 27 April 2026 | 22:28
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:06