Berita

dahnil anzar simanjuntak/ist

TKI

Tak Ada Pilihan Lain, Pemerintah Harus Sediakan Lapangan Pekerjaan dan Fokus Bangun Desa

SELASA, 26 JULI 2011 | 11:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Masyarakat Indonesia yang memilih bekerja ke luar negeri, khususnya tenaga kerja Indonesia sektor informal, semata-mata karena didasari keterpaksaan. Hal ini disebabkan ada permasalahan dalam negeri, yaitu tidak tersedianya lapangan pekerjaan.

"Permasalahan di negeri itu apa? Nggak ada insentif. Insentif itu apa? Nggak ada lapangan pekerjaan. Disini absennya pemerintah. Pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan," kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Buruh, Tani, dan Nelayan, Dahnil Anzar Simanjuntak di sela-sela acara Dialog Ketenagakerjaan dengan tema Dilema Buruh Migran Antara Martabat Bangsa dan Devisa Negara, di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng, tadi malam.

Bila kebijakan pengiriman TKI ini terus dilanjutkan, masyarakat luar negeri akan memandang Indonesia berdasarkan keberadaan TKI itu. Dahnil membeberkan, jumlah terbesar penduduk Indonesia adalah pada usia produktif. Meraka ini rata-rata berpendidikan rendah dan tinggal di pedesaan.


"Mereka ini yang kemudian yang berangkat jadi TKI. Ini kan masalah martabat bangsa. Mereka di sana jadi duta kita. Mereka bekerja sebagai pekerja informal dengan keterbatasan pendidikan sehingga stigma publik luar negeri terhadap Indonesia, ya dengan melihat mereka," ungkapnya.

Di sisi lain, masih ekonom muda ini, kita dihadapkan pada permasahalah minimnya ketersediaan lapangan tenaga kerja. Kalau memang martabat bangsa dinilai akan tercoreng, karena dipandang berdasarkan bagaimana sikap tindakan TKI di luar negeri, lalu TKI dibatasi tidak boleh keluar kerja ke luar negeri, pertanyaannya, apakah pemerintah mampu menyediakan lapangan tenaga kerja.

"Untuk menyelesaikan dilema itu bukan cuma moratorim. Kebijakan moratorum itu tidak menyelesaikan masalah. Yang harus dilakukan pemerintah adalah menciptakan insentif dalam negeri; pemerintah harus mendorong akselesari pembangunan dalam negeri, industrialiasi misalnya; pengembangan sektor pertanian secara maksimal dan fokus pada pembangunan desa. Karena pembangunan desa ini selalu diabaikan," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya