Berita

syahganda nainggolan/ist

SBY Tak Tegas, Demokrat Masih Simpan Bara Konflik

SELASA, 26 JULI 2011 | 10:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Demokrat sejatinya malu karena tidak berhasil mengeluarkan satu keputusan dan rekomendasi besar seperti selama ini digaung-gaungkan untuk menyikapi dugaan keterlibatan beberapa politisi partai penguasa itu dalam kasus hukum, maupun pelanggaran moral dan etika.

Hal dikatakan Ketua Dewan Pembina Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan, usai Dialog Ketenagakerjaan dengan tema Dilema Buruh Migran Antara Martabat Bangsa dan Devisa Negara, di Aula PP Muhammadiyah, Jalan Menteng, tadi malam.

"Dia (Demokrat) tidak mencerminkan gejolak yang terjadi di masyarakat. Jadi hati mereka itu tidak seiring dengan jiwa masyarakat. Karena masyarakat mengingikan ada perubahan signifikan dalam kepemimpinan Demokrat. Tapi SBY tidak melakukan itu," ungkapnya.


SBY, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga Presiden RI, tidak mengambil tindakan tegas, karena kemungkinan problem yang dihadapi oleh para kadernya terlalu dalam sehingga tidak bisa dipecahkan laginya sendiri. Boleh jadi, kasus seorang berkait dengan kader lain, jadi saling kait-mengkait. Makanya, dalam pandangan Syahganda, Partai Demokrat masih menyimpan potensi konflik, ibarat api dalam sekam.

"Sampai sekarang bara itu tetap ada. Karena persolan (kepemimpinan) Anas Urbaningrum ini kan persolan yang sudah diangkat Mazuki Alie melalui SMS-nya. Tapi kan kemudian SBY tidak merespons positif. SBY cuman bilang sadarlah, mundurlah orang yang bermasalah," tandasnya.

Ramai diberitakan sebelum Rapat Koordinasi Nasional Partai Demokrat digelar, elit partai itu, seperti Wakil Ketua Umum Max Sopacua, menegaskan, Rakornas bukan untuk Kongres Luar Biasa, tapi sebagai ajang pembersihan dari kader yang hanya memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya