muhaimin iskandar/ist
muhaimin iskandar/ist
RMOL. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dinilai belum mampu menyelesaikan masalah Tenaga Kerja Indonesia. Langkah-langkah dan action plan yang ditempuh sepertinya belum mampu meminimalisir persoalan TKI di luar negeri. Justru sebaliknya, bisa jadi menimbulkan masalah baru.
Soal rencana moratorium dan penghentian total TKI ke Arab Saudi, misalnya, dinilai sangat beresiko karena akan menghilangkan 2.28 triliun devisa bagi keluarga TKI di Indonesia setiap bulannya. Sementara di lain pihak, pemerintah juga belum mampu menciptakan lapangan kerja bagi TKI kita bila mereka kembali ke Tanah Air. Selain itu, pemerintah juga belum berhasil mencari negara-negara lain yang mau menerima para TKI kita.
"Persoalan TKI ini memang sangat problematis. Ibarat buah simalakama. Bila pengiriman terus dilanjutkan, martabat bangsa bisa tergadaikan akibat berbagai tindakan manusiawi yang diterima oleh TKI kita. Tetapi bila dilakukan moratorium dan penghentian total, maka devisa negara yang cukup signifikan itu menjadi hilang," kata Direktur Migrant Institut Dompet Dhuafa, Adi Chandra di sela-sela acara Dialog Ketenagakerjaan dengan tema Dilema Buruh Migran Antara Martabat Bangsa dan Devisa Negara, di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng, tadi malam yang dilaksanakan PP Pemuda Muhammadiyah.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 00:15
Selasa, 28 April 2026 | 00:04
Senin, 27 April 2026 | 23:46
Senin, 27 April 2026 | 23:24
Senin, 27 April 2026 | 23:10
Senin, 27 April 2026 | 22:30
Senin, 27 April 2026 | 22:28
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:06