Berita

sby/ist

Dibongkar, Bukti Baru SBY Belum Perintahkan Kapolri Tangkap Nazaruddin

SENIN, 25 JULI 2011 | 08:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak semestinya memelas kepada M. Nazaruddin untuk kembali ke Indonesia dan menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi. Pasalnya, tidak hanya di Istana, di acara Rakornas partai pun SBY kembali mengimbau agar mantan bendahara umum DPP Partai Demokrat kembali ke Tanah Air.

"Sebagai kepala Negara tidak perlu berbicara di media, tidak harus memelas di media. Itu kan kelihatan sekali bahwa Presiden tidak tidak mampu memulangkan Nazaruddin. Ini kan seolah-olah Pak SBY kalah oleh Nazaruddin," kata anggota Komisi III DPR Taslim kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Taslim juga memandang aneh imbauan SBY tersebut. Diingatkan kembali, Nazaruddin adalah seorang tersangka kasus proyek pembangunan wisma atlet SEA Games dan telah menjadi buronan polisi internasional.


"Masak buronan diimbau-imbau. Mana mau buronan diimbau, mestinya ditangkap," katanya sambil mengatakan, bahwa SBY ini bukan seorang tokoh agama yang hanya bisa mengimbau, tapi seorang kepala negara yang memiliki kekuasaan.

Daripada memelas di media, sebaiknya Presiden SBY memerintahkan langsung Kapolri Jenderal Timor Pradopo untuk mencari Nazaruddin dimana pun berada. Karena itu, Taslim ragu apakah SBY sudah memerintahkan bawahannya itu, meski Jurubicara Presiden Aldrin Pasha pernah menegaskan bahwa Presiden sudah memerintahkan aparat hukum menangkap Nazaruddin.

"Kalau pun memang (SBY) sudah memerintahkan, ya minta laporan pertanggungjawaban mereka, evaluasi mereka, kok Nazaruddin bisa muncul di TV tapi Anda (penegak hukum) tidak bisa menangkap. Kalau (memang) sudah ada perintah. Tapi kan tidak (ada evaluasi kepada Kapolri). Itu tanda belum ada perintah," ungkapnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya