Zainal Arifin Mochtar/ist
Zainal Arifin Mochtar/ist
RMOL. Direktur Pusat Kajian Anti (Pukat) Korupsi Fakultas Hukum (FH) UGM, Zainal Arifin Mochtar, mengaku termasuk orang yang memuji ketegasan Partai Femokrat pada saat memberhentikan M. Nazaruddin dari jabatan bendahara umum pada saat namanya pada saat itu baru disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi.
"Dia (Nazar) belum apa-apa di situ. (Nazar) belum jadi tersangka, (jadi) saksi bahkan belum," terangnya di TVOne petang tadi.
Tapi memberhentikan Nazaruddin seorang diri tidak tepat dan tidak sejalan dengan pidato Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada saat pembukaan Rakornas tadi pagi. Pidato SBY itu tidak bermakna kalau tidak ada kesetaraan.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 00:15
Selasa, 28 April 2026 | 00:04
Senin, 27 April 2026 | 23:46
Senin, 27 April 2026 | 23:24
Senin, 27 April 2026 | 23:10
Senin, 27 April 2026 | 22:30
Senin, 27 April 2026 | 22:28
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:06