Trias Kuncahyono/ist
Trias Kuncahyono/ist
RMOL. Masyarakat dan pemerintah diingatkan untuk mewaspadai berbagai konflik di akar rumput yang tidak tertangani dengan baik. Bila konflik-konflik tersebut, khususnya yang berkaitan dengan perbedaan keyakinan tidak ditangani dengan baik, Indonesia akan menghadapi ancaman serius. Bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami nasib seperti Yugoslavia yang bubar di tahun 1989.
Hal itu antara lain disampaikan Wakil Pemimpin Redaksi Kompas, Trias Kuncahyono, ketika berbicara dalam seminar bertema pluralisme di Seminari St. Petrus Canisius, Mertoyudan, di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu siang (23/7). Seminar itu diselenggarakan untuk menyambut ulang tahun ke-100 Seminari Metoyudan yang merupakan sekolah pastur pertama di Indonesia. Seperti pendiri Kompas Jacob Oetama dan beberapa jurnalis senior koran itu, Trias pun merupakan alumni Seminari Mertoyudan.
"Yugoslavia bubar karena pemuka agama di negara itu terjebak pada pemahaman religius yang sempit," ujar Trias.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 00:15
Selasa, 28 April 2026 | 00:04
Senin, 27 April 2026 | 23:46
Senin, 27 April 2026 | 23:24
Senin, 27 April 2026 | 23:10
Senin, 27 April 2026 | 22:30
Senin, 27 April 2026 | 22:28
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:06