Berita

Trias Kuncahyono/ist

Indonesia Masih Punya Peluang Alami Nasib Seperti Yugoslavia

SABTU, 23 JULI 2011 | 17:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Masyarakat dan pemerintah diingatkan untuk mewaspadai berbagai konflik di akar rumput yang tidak tertangani dengan baik. Bila konflik-konflik tersebut, khususnya yang berkaitan dengan perbedaan keyakinan tidak ditangani dengan baik, Indonesia akan menghadapi ancaman serius. Bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami nasib seperti Yugoslavia yang bubar di tahun 1989.

Hal itu antara lain disampaikan Wakil Pemimpin Redaksi Kompas, Trias Kuncahyono, ketika berbicara dalam seminar bertema pluralisme di Seminari St. Petrus Canisius, Mertoyudan, di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu siang (23/7). Seminar itu diselenggarakan untuk menyambut ulang tahun ke-100 Seminari Metoyudan yang merupakan sekolah pastur pertama di Indonesia. Seperti pendiri Kompas Jacob Oetama dan beberapa jurnalis senior koran itu, Trias pun merupakan alumni Seminari Mertoyudan.

"Yugoslavia bubar karena pemuka agama di negara itu terjebak pada pemahaman religius yang sempit," ujar Trias.


Trias juga membandingkan keadaan di Indonesia saat ini berkaitan dengan kekerasan berlatar belakang agama dengan keadaan di sejumlah negara, utamanya Yunani dan Rusia.

"Selama ini umat Kristen Ortodoks adalah mayoritas di Yunani mayoritas. Setelah dunia semakin terbuka, umat Katolik dan Islama semakin banyak yang masuk. Dan kini mereka kebingungan mengelola pluralisme. Kelompok minoritas di Yunani pun seperti kelompok minoritas di Indonesia kini semakin berani mempertanyakan berbagai hak mereka yang berkaitan dengan ibadah dan pendirian rumah ibadah," ujarnya.

Sementara di Rusia, umat Islam yang semakin banyak setelah Uni Soviet bubar di tahun 1991 kini telah membangun tak kurang dari 70 ribu masjid. Dan bagi sementara kelompok mayoritas ini adalah ancaman.

"Di masa depan kita tidak bisa menutup diri. Kita harus membuka diri dan memulainya dari proses pendidikan. Harus dikenalkan sejak dini kepada anak-anak sekolah bahwa ada penganut agama lain sehingga paham tentang keberagaman ini," demikian Trias. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya