Basuki T. Purnama/ist
Basuki T. Purnama/ist
RMOL. Banyak kesalahpahaman yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia akibat pemerintah gagal menjamin kepastian hukum serta di saat bersamaan memberikan kesempatan dan melindungi hak masyarakat untuk sejahtera. Pemerintah juga dianggap terlalu lemah dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di kalangan masyarakat, termasuk di dalamnya hal yang timbul akibat perbedaan pandangan dan keyakinan.
"Sebenarnya kalau cuma salah paham tidak begitu masalah. Karena semua pihak masih bisa diajak untuk membicarakan berbagai persoalan itu. Tapi yang terjadi di Indonesia, saya kira adalah paham yang salah. Pemerintah takut berbuat, sehingga hukum tidak lagi berwibawa. Dan kalau sudah terjadi bentrokan yang memakan korban, Presiden kita pun menukar nama. Dia bilang, saya prihatin. Padahal namanya kan SBY," kata anggota Komisi II DPR RI Basuki T. Purnama yang lebih dikenal dengan nama Ahok, ketika bicara dalam seminar bertema pluralisme di Seminari Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (23/7).
Walau disampaikan dengan nada bercanda namun sesungguhnya kalimat Ahok di atas bermakna sangat dalam. Ia memiliki keprihatinan yang sama dengan Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka Online, Teguh Santosa, yang menjadi pembicara sebelumnya. Seperti Ahok, Teguh juga menilai kekerasan termasuk yang berlatar belakang agama terjadi karena negara dan pemerintah tidak memiliki komitmen yang kuat untuk membela dan mensejahterakan rakyat pada umumnya.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 00:15
Selasa, 28 April 2026 | 00:04
Senin, 27 April 2026 | 23:46
Senin, 27 April 2026 | 23:24
Senin, 27 April 2026 | 23:10
Senin, 27 April 2026 | 22:30
Senin, 27 April 2026 | 22:28
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:06