Berita

ilustrasi

Pegang Kartu Truf, Anas Terjamin Aman

SABTU, 23 JULI 2011 | 14:39 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Posisi Anas Urbaningrum sebagai Ketum Partai Demokrat akan tetap aman meskipun Nazaruddin sudah berkali-kali membuka skandal korupsi dan politik uang yang dilakukan Anas dalam pemilihan Ketum di Kongres 2010 lalu

Tidak salah kalau Anas merasa tetap nyaman karena dia tahu Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina dan sejumlah elite partai yang ditengarai tidak mendukungnya saat itu, tidak akan berani berbuat apa-apa.

"Karena, sebagaimana Nazaruddin, Anas juga menyimpan 'kartu truf' yang kalau dibuka ke publik dampaknya akan lebih dahsyat," ujar pengamat politik Adhie Massardi, kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu siang (23/7).


Sehingga, kalau posisi Anas digoyang, mungkin saja Anas akan membuka skandal besar di tubuh Demokrat. Selain soal sumber dana, bisa saja Anas membuka skandal Pemilu 2004 dan 2009 yang sangat kontroversial.

"Jadi saya yakin, dalam rakornas ini, posisi Anas justru akan makin kuat. Logikanya, bila Nazaruddin saja bisa mengguncang Demokrat begini rupa, bagaimana pula guncangan yang akan ditimbullan bila Ketum partai yang melakukannya," terangnya.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya