Berita

Andai Saja Semua Pemuka Agama Belajar Pluralisme Sejak Dini

SABTU, 23 JULI 2011 | 09:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pendidikan pluralisme dibutuhkan para calon pemimpin umat untuk menumbuhkan sikap toleransi, saling pengertian, dan pembangunan karakter bangsa. Selain tentu saja dibutuhkan untuk memperkuat pondasi kebangsaan Indonesia.

Langkah ini disadari sebagai cara yang bijak dan tepat untuk membentuk masyarakat yang berbhinneka, berbudaya dengan tetap menjunjung perbedaan yang ada.

Demikian hasil kesimpulan seminar kebangsaan dengan tema "Penghayatan Panggilan Imamat dengan Semangat Pluralis" di Seminari St. Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang. Hadir sebagai pembicara adalah Zuhaeri Misrawi (Cendekiawan NU dan Chairman Moderate Muslim Society), Teguh Santosa (Pemred Rakyat Merdeka Online dan Wasekjen PP Pemuda Muhammadiyah), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Anggota Komisi II DPR RI), Markus Kurniawan Hidayat (Tokoh Masyarakat, GKI Taman Yasmin, Bogor) dan Trias Kuncahyono (Wapemred Harian Kompas). Sementara Rektor Universitas Atmajaya Yogyakarta, Maryatmo bertindak sebagai moderator.


Dalam penjelasannya, Rektor Seminari Menengah Mertoyudan, Sumarya SJ, seminar ini diadakan dalam rangka 100 tahun Seminari St. Petrus Canisius Mertoyudan Magelang yang jatuh pada tahun 2012. Sebagai sekolah yang mengkhususkan diri mendidik para calon romo, pemuka agama Katolik, dipandang perlu untuk mempersiapkan anak didik berwawasan pluralisme.

Ini dianggap penting untuk menghadapi era baru dimana pluralisme adalah suatu value yang harus dipelihara dan dijaga.

Dengan demikian, Sumarya SJ menjelaskan, para calon pastor masa depan dapat membawa umatnya ke suatu sikap toleransi, saling pengertian di antara  agama-agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Sikap saling memahami, toleransi tentu akan menjaga kebhinekaan, keberanekaragaman yang merupakan nilai luhur Indonesia, sebagaimana ditanamkan oleh para pendiri negara ini.

Sumarya SJ yang sebelumnya adalah rektor SMA Kolese Kanisius, Jakarta ini, melihat bahwa jika seluruh calon pemuka agama-agama di Indonesia mendapatkan pendidikan pluralisme sejak dini, konflik horisontal yang berlatarbelakang agama dapat dihindari.

Masa depan Indonesia, demikian Sumarya, yang damai, tentram dan bersatu akan menjadi harapan kita semua dengan tumbuhnya nilai pluralisme dalam diri para pemuka agama, yang sekarang dalam masa pengkaderan.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya