ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Keberagaman atau pluralisme bukan barang baru di Republik Indonesia. Belakangan ini kekerasan dengan menggunakan agama dan keyakinan sebagai alasan memang terlihat lebih sering terjadi dibandingkan pada masa sebelumnya. Namun, hal itu bukan karena keberagaman. Melainkan karena negara dan pemerintah tidak hadir dan gagal melindungi warga negara dan menegakkan hukum yang berwibawa.
Demikian antara lain disampaikan Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka Online, Teguh Santosa, yang menjadi salah satu pembicara dalam seminar bertema Penghayatan Panggilan Imamat dengan Semangat Pluralisme di Seminari St. Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu pagi (23/7).
Seminar tersebut digelar untuk memperingati ulangtahun ke 100 Seminari Mertoyudan. Turut hadir sebagai pembicara intelektual Nahdlatul Ulama Zuhairi Misrawi, tokoh masyarakat GKI Taman Yasmin Bogor, Markus K. Hidayat, Wapemred Kompas Trias Kuncahyono, dan anggota Komisi II DPR RI Basuki Tjahja Utama alias Ahok.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 00:15
Selasa, 28 April 2026 | 00:04
Senin, 27 April 2026 | 23:46
Senin, 27 April 2026 | 23:24
Senin, 27 April 2026 | 23:10
Senin, 27 April 2026 | 22:30
Senin, 27 April 2026 | 22:28
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:06