Berita

Sriwijaya Air

Publika

CURHAT RAKYAT

Kecewa dengan Layanan Sriwijaya Air

SABTU, 23 JULI 2011 | 06:00 WIB

TANGGAL 19 Juli 2011 saya berkunjung ke Kupang, NTT, dengan membeli tiket Batavia Air (untuk pergi) dan Sriwijaya Air untuk pulang (20 Juli SJ 255). Untuk pergi tidak ada masalah. 19 Juli sore saya menerima SMS dari Sriwijaya Air, memberitahukan bahwa SJ 255 20 Juli Kupang-Surabaya-Jakarta berangkat 17:10 “tidak melakukan penerbangan”. Untuk itu, para penumpang “kami pindahkan dengan SJ 243 22 Juli berangkat 13:20” .

Suatu tindakan yang betul-betul membuat saya dan pasti para penumpang SJ 255 lainnya jengkel dan marah. Mengapa di-cancel dan dipindahkan 2 (dua) hari kemudian? Apa pun alasannya, tindakan Sriwijaya Air jelas amat merugikan penumpang. Perusahaan sama sekali tidak memberikan imbalan apa pun kepada penumpang yang menjadi korban. Mereka disuruh tunggu 2 (dua) hari lagi untuk diterbangkan ke Jakarta. Lalu, kami harus tinggal dimana dan harus bengong selama dua hari? Pimpinan Sriwijaya Air betul-betul tidak punya hati-nurani dan perasaan.

Mestinya, Sriwijaya Air wajib menerbangkan semua pe­numpang SJ 255 ke Jakarta secepatnya dengan pesawat lain atas tanggungan perusahaan. Kalau pun hari itu tidak bisa, para penumpang diinapkan di hotel dengan tanggungan perusahaan juga. Rupanya, Sriwijaya Air menganggap penumpang tidak lebih dari kambing-kambing yang setiap saat bisa seenaknya ditendang.


Rabu 20 Juli pagi seorang pejabat Diklat NTT, Ibu Rambu, menghubungi kantor Sriwijaya Air di Kupang, mem­be­ritahukan Sdr. Tjipta Lesmana tidak mau naik SJ 243 karena harus kembali ke Jakarta hari itu juga dan minta refund tiket saya. Dijawab refund harus diproses di kantor travel agent tempat saya beli tiket di Jakarta.

Ketika pesawat GA 243 yang saya tumpangi dari Kupang tanggal 20 Juli siang transit di Denpasar, saya telepon istri di Jakarta, minta dia segera menghubungi Kerubim Tour, tempat saya beli tiket Sriwijaya Air di Jakarta untuk memberitahukan bahwa Pertama, saya batalkan naik Sriwijaya Air dari Kupang ke Jakarta karena tidak bisa tunggu sampai 22 Juli. Kedua, supaya Kerubim Tour mengurus refund tiket saya. Bu Christy dari Kerubim Tour yang berbicara dengan istri saya.

Kemarin, 21 Juli siang, Kerubim Tour memberitahukan saya bahwa Sriwijaya Air mempersoalkan kenapa saya tidak “show up” di bandara Kupang, kenapa saya tidak cancel pe­ner­bangan. Lah, apakah saya harus muncul di bandara El Tari  pada Jumat 22 Juli siang hanya untuk mengatakan saya cancel penerbangan saya SJ 243? Ini betul-betul ide gila! Dengan pernyataan kepada pegawai kantor Sriwijaya Air di Kupang bahwa Sdr. Tjipta Lesmana tidak akan mengambil penerbangan SJ 243 pada 22 Juli jam 13:20, dengan sendirinya itu berarti saya cancel penerbangan tersebut.

Tapi, jika pimpinan Sriwijaya Air tidak punya malu menolak refund biaya tiket saya, silakan. Uang Rp 852 ribu sangat ke­cil bagi saya untuk bisa mendapatkan fakta betapa je­leknya layanan Sriwijaya Air! Saya imbau kepada mas­yarakat, khususnya para pengguna jasa penerbangan, hati-hati memilih airlines yang begitu brengsek dan tidak ber­tanggung jawab layanannya seperti Sriwijaya Air. Jangan sekali-sekali Anda menjadi korban seperti yang saya dan para penumpang SJ255 lainnya alami. Saya harus me­ngeluarkan uang Rp 2,6 juta untuk bisa terbang ke Jakarta siang itu juga (20 Juli) dengan GA 439!

Tjipta Lesmana, Jl. Alam Elok 8 No UF 7 Pondok Indah 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya