Berita

ilustrasi

Delay 2 Jam, Penumpang Batavia Air Kecewa

JUMAT, 22 JULI 2011 | 15:03 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Pesawat Batavia Air dengan rute penerbangan Jakarta-Palangkaraya delay lebih dari dua jam. Pesawat bernomor penerbangan Y6 371 dijadwalkan berangkat pukul 12.10 WIB. Tapi sampai berita ini dilaporkan masih belum berangkat juga.

Para penumpang yang rata-rata tiba di bandara pukul 11.00 WIB terpaksa menelan kecewa karena begitu check in sudah dikabarkan adanya penundaan 1,5 jam. Walau kesal, para penumpang terpaksa check in dan masuk ruang tunggu. Setelah menunggu beberapa saat, lalu ada pengumuman yang disampaikan bahwa penundaan penerbangan akan diperpanjang sampai pukul 13.50 WIB.

Sebagai kompensasi, penumpang diberi satu bungkus roti dan sebotol kecil air mineral. Setelah pukul 13.50, ternyata pesawat yang ditunggu-tunggu, yang katanya dari Pakanbaru belum kunjung tiba. Para penumpang sudah mulai resah. Beberapa penumpang mondar-mondir bertanya ke staf yang menunggu di ruang C7. Mereka meminta kejelasan waktu pemberangkatan.


Sobri, salah seorang penumpang, dengan kesal mengatakan, "Meskipun kita diberi sepotong roti, bukan berarti persoalan selesai. Saya memiliki agenda penting yang harus saya tuntaskan siang ini. Saya lihat, pihak Batavia ini tidak merasa berdosa sedikit pun dengan hanya menyuap penumpang dengan sepotong roti dan secangkir air putih ini."

Penumpang lain, Hasan Sadili, juga terlihat kesal.

"Terus terang, bukan keinginan saya naik Batavia ini. Namun hari ini, hanya tiket Batavia yang tersedia. Dan untuk kesekian kalinya saya kembali dikecewakan. Harusnya kalian semua memahami betapa pentingnya waktu yang terbuang dengan menunggu di sini", katanya pada petugas menimpali. [guh]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya