Berita

anas urbaningrum/ist

Anas Harus Undang Auditor untuk Periksa Kekayaannya dan Keuangan PD

JUMAT, 22 JULI 2011 | 10:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum tidak cukup hanya mengatakan bahwa dirinya difitnah telah mendapatkan dana dengan cara melanggar hukum. Anas juga tidak cukup mengatakan, kalau ada dugaan hartanya didapat dengan cara melanggar hukum, sebaiknya diproses secara hukum.

"Itu kan memang harus dibuktikan secara hukum. PPATK bisa membuktikan, karena memang katanya kan ada transaksi aliran dana (Nazaruddin yang mencurigakan)," kata pengamat politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online.

Hal itu dikatakan menanggapi tudingan M. Nazaruddin yang menyebut aktivitas Anas di Demokrat didanai dari Anggaran Pendapat dan Belanja Negara. Nazaruddin juga menuding kekayaan Anas yang saat ini berlimpah ruah berasal dari cara tidak halal.


"Tidak ada asap kalau tidak ada api. Nggak mungkin ada tuduhan itu kalau tidak ada bara api di sekitar itu. Masak tiba-tiba dibilang Anas makan uang Nazaruddin, kalau tidak ada kejadian seperti sekarang ini dimana mereka itu diketahui orang satu geng," bebernya.

Apa yang disampaikan oleh Nazaruddin itu saat ini menjadi pendapat publik. Karena itu, Anas harus membedakan proses hukum dengan melawan pendapat publik. Secara hukum, memang hal itu harus dibuktikan. Tapi pendapat publik itu, bahwa Anas dituduh menggunakan uang APBN, secara politik harus diklarifikasi, tidak cukup hanya mengatakan ini fitnah.

"Nggak bisa. Masak dia difitnah oleh orang yang pernah paling dekat dengan dia. (Nazar) kan kawan dia sendiri," katanya.

Untuk melawan logika publik itu, Syahganda menyarankan, Anas mengundang akuntan publik yang kredibel untuk memeriksa keuangan pribadi dan partai yang ia pimpin, Partai Demokrat. Jadi pada saat Anas mengklarifikasi disertai hasil audit lembaga yang kredibel. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya