Berita

ahmad yani/ist

SBY Harus Turun Tangan Langsung Pulangkan Nazaruddin

JUMAT, 22 JULI 2011 | 08:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Meski dikabarkan tersangka kasus suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games sudah tidak lagi di Singapura, tapi tetap masih ada pejabat negara yang meyakini mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat masih di negara kecil tersebut.

"Saya yakin dia masih di Singapura. Bisa saja dia keluar dari Singapura, tapi masuk lagi. Kan gampang mencari paspor, apalagi dia sudah dicabut paspornya. Dia mendapatkan paspor dari negara-negara kecil, gampang itu," kata anggota Komisi III DPR Ahmad Yani kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Karena itu, alasan pihak Kepolisian bahwa pihaknya memiliki kendala untuk memulangkan Nazaruddin ke Tanah Air dari negara persembunyiannya memang benar adanya. Yani menilai alasan Kepolisian itu bukan mengada-ada.


"Memang ada kendala teknis dan yuridiksi untuk menangkap Nazaruddin ini. Kenapa, kalau dia di Singapura, kan tidak gampang untuk bisa menangkapnya. Kalau memang kita lihat ada Nazuruddin di jalan, memang bisa kita tangkap. Atau polisi ke Singapura mau tangkap Nazaruddin, belum masuk dia sudah disuruh pulang lagi," katanya.

Karena itu, dia menegaskan, dengan kondisi seperti di atas, saat ini yang dibutuhkan adalah peran langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SBY harus bertindak langsung, jadi tidak perlu lagi hanya mengeluarkan instruksi. Karena banyak instruksi SBY yang tidak jalan sebelumnya, termasuk instruksi penangkapan orang yang membacok aktivis ICW, Tama S Lankun, tahun lalu.

"Dan itu dibutuhkan peran Presiden langsung. SBY bisa nggak melakukan pendekatan secara diplomatik dengan pemerintah Singapura. Atau paling tidak dengan negara-negara Asean. Kita kan ada perjanjian antar-negara ASEAN. Kalau hanya (mengeluarkan)  red notice tidak cukup," ungkapnya.

Apalagi SBY saat ini adalah ketua masyarakat ASEAN. Dia bisa memanfaatkan jabatan tersebut. Meski, politisi PPP ini ragu apakah SBY dihargai oleh negara-negara yang tergabung dalam ASEAN.

"Saya tidak tahu apakah dia dihargai. Jangankan ASEAN, wong Nazaruddin saja sudah tidak patuh lagi dengan perintahnya. Menteri juga sudah tidak menjalankan instruksinya," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya