Berita

anas urbaningrum/ist

Kepemimpinan Anas Urbaningrum Kacau, KLB Harus Digelar

KAMIS, 21 JULI 2011 | 08:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Menjawab dan menanggapi kemelut di Partai Demokrat, yang berawal dari kasus suap yang membelit Bendahara Umum partai penguasa itu, M. Nazaruddin, sebelum dia mengundurkan diri, Kongres Luar Biasa harus digelar. KLB itu sebagai wadah kepada kader Demokrat di seluruh Indonesia untuk menyatakan pendapat apakah kepemimpinan Demokrat saat ini masih layak dipertahankan atau tidak.

"Ini menyikapi bahwa ada persoalan leadership yang kacau balau. Sebuah organisasi kalau ada sebuah yang sangat urgen tingkatannya, kan harus merubah kepemimpinan. Karena ini menyangkut leadership di Partai Demokrat," kata pengamat politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online.

Syahganda kembali menegaskan bahwa KLB ini tidak serta bertujuan melengserkan Anas Urbaningrum dari tampuk kekuasaan. Tapi, menggelar semacam referendum, dimana kader dan pimpinan Demokrat di seluruh Indonesia menyatakan pendapatnya tentang kepemimpinan saat ini. Dia mengatakan, kasus yang saat ini membelit pejabat inti Partai Demokrat itu, M. Nazaruddin, menunjukkan ada yang salah dalam kepemimpinan Anas Urbaningrum.


"Sebuah organisasi itu kan ada segitiga kepemimpinan namanya. Ada ketua umum, sekjen dan bendahara umum. Kalau salah satunya cacat, berarti tiga-tiganya itu sudah kacau. Karena inti dari elit partai itu kan tiga ini. Kalau pun misalnya ada Ketua Dewan Pembina, tapi eksekutifnya kan tiga itu," bebernya.

Kalau misalnya, salah satu ketua atau wakil sekjen yang bermanuver atau melanggar hukum, masih dianggap wajar oleh publik, dimana ketua umum atau sekjen tidak mengetahui tindakan indisipliner tersebut. Tapi, kalau yang melakukan perbuatan melawan hukum itu adalah bendahara umum Demokrat, mustahil ketua umum tidak mengetahui. Karena bendum adalah orang terdekat ketua umum, di samping sekjen.

"Nggak mungkin langkah bendahara umum tidak diketahui ketua umum. Nggak ada organisasi seperti itu," beber Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle.

Atas hal tersebut ada dua kemungkinan yang dialami Anas. Pertama, Anas tahu. Kalau memang tahu, Anas harus mengakui kelalaiannya dan kegagalannya dalam mengontrol orang terdekatnya. Selanjutnya, dia meminta maaf lalu secara gentlement menyatakan mundur, sebagaimana sudah sering ditunjukkan pemimpin di negara-negara maju, seperti Jepang.

"(Kedua) kalau dia (Anas) bilang fitnah dan nggak tahu. Maka itu artinya dia lalai dalam mengontrol orang terdekatnya. Dia telah gagal. Bagaimana dia bisa memantau kadernya yang lain, kalau apa yang dilakukan orang terdekatnya saja dia tidak tahu. Artinya dia tidak punya leadership. Itu teori kepemimpinan saja," tandas mantan aktivis ITB ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya