anas urbaningrum/ist
anas urbaningrum/ist
RMOL. Menjawab dan menanggapi kemelut di Partai Demokrat, yang berawal dari kasus suap yang membelit Bendahara Umum partai penguasa itu, M. Nazaruddin, sebelum dia mengundurkan diri, Kongres Luar Biasa harus digelar. KLB itu sebagai wadah kepada kader Demokrat di seluruh Indonesia untuk menyatakan pendapat apakah kepemimpinan Demokrat saat ini masih layak dipertahankan atau tidak.
"Ini menyikapi bahwa ada persoalan leadership yang kacau balau. Sebuah organisasi kalau ada sebuah yang sangat urgen tingkatannya, kan harus merubah kepemimpinan. Karena ini menyangkut leadership di Partai Demokrat," kata pengamat politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online.
Syahganda kembali menegaskan bahwa KLB ini tidak serta bertujuan melengserkan Anas Urbaningrum dari tampuk kekuasaan. Tapi, menggelar semacam referendum, dimana kader dan pimpinan Demokrat di seluruh Indonesia menyatakan pendapatnya tentang kepemimpinan saat ini. Dia mengatakan, kasus yang saat ini membelit pejabat inti Partai Demokrat itu, M. Nazaruddin, menunjukkan ada yang salah dalam kepemimpinan Anas Urbaningrum.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 00:15
Selasa, 28 April 2026 | 00:04
Senin, 27 April 2026 | 23:46
Senin, 27 April 2026 | 23:24
Senin, 27 April 2026 | 23:10
Senin, 27 April 2026 | 22:30
Senin, 27 April 2026 | 22:28
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:11
Senin, 27 April 2026 | 22:06